Setelah melakukan jalan cepat selama tiga menit, AeroMobil siap terbang. Di udara mobil mendapat dukungan dari mesin boxer empat liter empat silinder turbocharged yang menghasilkan tenaga 300 hp. Mesin ini berfungsi untuk menggerakkan baling-baling dan memiliki kemampuan berada di udara untuk jarak maksimal sekira 750 km.
Seperti mobil pada umumnya, model ini sudah dilengkapi dengan perangkat keselamatan seperti dual airbag. Sedangkan untuk keselamatan di udara, perusahaan telah memasangkan parasut yang bisa dikembangkan ssat terjadi keadaan darurat.
Selain AeroMobil, produsen asal Jepang, Toyota juga tengah mengembangkan mobil terbang. Untuk pengembangannya Toyota bekerjasama dengan komunitas penggila mobil terbang, Cartivator.
(Baca juga: Mobil Terbang Toyota Digunakan pada 2020)
Tidak tanggung-tanggung, Toyota rela mengeluarkan dana sebesar 42,5 juta yen atau sekira Rp5 miliar selama tiga tahun ke depan kepada Cartivator untuk membantu proses pengembangan. Rencananya, mobil yang diberi nama SkyDrive ini akan diperkenalkan pada akhir 2018, tapi statusnya masih prototipe. (san)
(Anton Suhartono)