Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berbentuk Semi-Pikap, Mobil Perdesaan Bisa Melintasi Jalan Offroad

Santo Evren Sirait , Jurnalis-Minggu, 03 September 2017 |16:40 WIB
Berbentuk Semi-Pikap, Mobil Perdesaan Bisa Melintasi Jalan <i>Offroad</i>
Prototipe mobil perdesaan (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki dua prototipe kendaraan perdesaan yang telah selesai dibangun. Keduanya mempunyai julukan yaitu Generasi 2A dan Generasi 2B. Supaya bisa mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, maka Kemenperin membuat mobil perdesaan dalam bentuk semi-pikap.

“Tentu konsep kendaraan ini yang mobilitasnya bisa digunakan di seluruh daerah perdesaan. Bentuknya semi-pikap, yang belakangnya bisa dipasang alat mesin pertanian dan perkebunan seperti untuk angkat kelapa sawit,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

(Baca juga: Mobil Perdesaan Sudah Lalui Sejumlah Pengujian, Siap Produksi?)

Guna memastikan prototipe mobil perdesaan layak jalan, Kemenperin telah melakukan beragam pengujian mulai keselamatan, emisi, dan sebagainya. Selanjutnya, kata Airlangga, mobil akan disempurnakan oleh pelaku industri yang ingin mengembangkannya.

"Jadi, kendaraan perdesaan ini juga tidak hanya untuk offroad, tetapi juga bisa masuk ke jalan-jalan desa di luar jalan tol,” ujarnya.

Hingga saat ini sudah ada beberapa perusahaan dalam negeri yang berminat mengembangkan mobil perdesaan. Di antaranya Fin Komodo di Jawa Barat, Karya Hidup Sentosa (produsen traktor Quick) di Yogyakarta, dan Astra Otoparts di Bekasi.

Menperin menyampaikan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pelaku industri automotif nasional dalam menentukan standardisasi dan melihat peluang pasar ke depan untuk pengembangan kendaraan perdesaan di Indonesia.

“Kami juga menggandeng industri kecil dan menengah (IKM) sektor komponen automotif guna memacu tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Penerapan TKDN di mobil perdesaan akan dilakukan secara bertahap seperti pada pengembangan mobil LCGC atau LCEV,” paparnya.

(Baca juga: Harga Mobil Perdesaan Lebih Murah dari LCGC, Kok Bisa?)

Airlangga menjelaskan, dengan melibatkan IKM lokal diharapkan para pengguna mobil perdesaan mudah mendapatkan spare part di pasaran dan pemilihan teknologinya sesuai kondisi alam dan demografi di Indonesia.

“Akhirnya akan dicapai kemandirian industri automotif nasional melalui penguasaan teknologi kendaraan oleh anak bangsa sekaligus membantu meningkatkan perekonomian di perdesaan,” pungkas Airlangga. (san)

(Dian AF)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement