Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HARI MERDEKA: Ronny Gani, Arsitektur Muda Asal Indonesia yang Jadi Animator Dunia

Tachta Citra Elfira , Jurnalis-Kamis, 17 Agustus 2017 |14:33 WIB
HARI MERDEKA: Ronny Gani, Arsitektur Muda Asal Indonesia yang Jadi Animator Dunia
Foto : Screenshot
A
A
A

JAKARTA – Berbagai film yang terkenal di dunia kebanyakan menggunakan animasi. Film animasi menggunakan gambar atau ilustrasi yang diciptakan, lalu kemudian dibuat seolah-olah sebagai wujud 2 dimensi dari manusia atau makhluk lainnya.

Film animasi memang tak jarang ditemukan di dalam maupun luar negeri, tetapi siapa sangka beberapa tokoh animasi yang sudah mendunia adalah karya dari anak bangsa.

Indonesia tentunya patut berbangga memiliki anak bangsa yang berpotensi menciptakan berbagai karya yang mampu dikenal dan dinikmati oleh seluruh jagat raya.

Salah satunya adalah Ronny Gani, pekerjaan sebagai animator sebenarnya bukan cita-citanya saat kecil. Bahkan sampai usia kuliah, ia mungkin belum membayangkan profesinya yang saat ini dijalankan.

Ronny adalah lulusan S-1 arsitektur Universitas Indonesia. Ronny pun mengaku kecintaannya terhadap seni ternyata cukup kuat untuk membuatnya mempelajari bidang tersebut lebih dalam lagi secara autodidak.

Selama kuliah, ia mengaku kurang sreg dengan bidang yang dipelajari, sehingga mencoba menggali kembali passion apa yang dimiliki seperti mengoprek 3D software yang digunakan saat mengerjakan tugas-tugas kuliah.

Dirinya pun menyadari bahwa software tersebut bisa diaplikasikan ke industri film dalam hal animasi dan visual effects.

Tanpa memiliki pendidikan formal dan pengalaman, Ronny pun membuat portofolio dan mencari pekerjaan di bidang yang diinginkannya yakni animasi.

Kisahnya dimulai dari sini, Ronny melancong ke Batam saat mendapat panggilan kerja sebagai animator untuk mengerjakan proyek film ‘Sing to the Dawn’, sebuah proyek kolaborasi antara studio animasi di Batam dengan perusahaan Singapura.

Film tersebut pun rilis di Singapura dan Indonesia dengan judul ‘Merah Mimpi’. Setelah mendapat pengalaman kerja di Batam, ia akhirnya memutuskan untuk mencari pekerjaan di Singapura sebagai batu loncatan.

Proses pencarian kerja pun ia lakukan melalui internet, hingga akhirnya diterima dan diberikan izin kerja oleh pemerintah setempat.

Kariernya di Singapura diawali dengan bekerja di perusahaan lokal yakni Sparkly Animation. Perusahaan tersebut bergerak di bidang animasi yang mengerjakan proyek-proyek skala kecil, seperti serial TV dan film DVD.

Setelah enam bulan menetap dan bekerja, kemudian Ronny mendapat tawaran kerja di Lucas Film Animation di lokasi yang sama, selama kurang lebih empat tahun.

Di Lucas Film, ia terlibat dalam pembuatan serial TV ‘Star Wars: The Clone Wars’ untuk musim tayang ke-2, 3, dan 4.

Setelah berkarier di bidang animasi selama beberapa tahun, Ronny mengungkapkan pekerjaannya ini bukanlah impiannya. Ia mengatakan bahwa ini merupakan suatu proses dalam kariernya.

Singkatnya, setelah melambungkan sayapnya dalam penggarapan film Hollywood, ‘The Avengers’ dan ‘Pacific Rim’, Ronny Gani saat ini sedang sibuk dengan berbagai kelas juga seminar yang ditujukan untuk mengajarkan bidang animasi di Tanah Air.

Ronny pun menjajaki satu per satu institusi pendidikan di Indonesia dan mengajak mereka untuk bekerja sama mengadakan seminar gratis. Ternyata hal ini merupakan cita-cita Ronny yang akhirnya ia wujudkan sendiri dengan tekad yang matang.

Ronny juga membuka kursus online di internet dengan julukan ‘Bengkel Animasi’. Untuk saat ini, ia mengatakan peminat bidang animasi di Indonesia sudah semakin meningkat jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

Diketahui, sepak terjang Ronny sudah begitu luar biasa setelah menggarap ‘The Avengers’, ‘Pacific Rim’, dan ‘Noah’. Terakhir, ia telah terlibat dalam produksi film barunya yakni ‘Transformers’ oleh Michael Bay.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement