INGGRIS – Merasa gelisah menjadi hal yang lumrah dirasakan oleh semua orang. Namun, merasakan kecemasan yang berlebihan, itulah yang perlu dihindari. Seperti dinuki dari laman Alphr, teknologi digital dan sosial sendiri telah menjadi penyebab rasa gelisah yang banyak terjadi oleh generasi saat ini.
Baca juga: Bermain Media Sosial Bisa Jadi Tanda Seseorang Cerdas, Lho!
Koneksi terhadap e-mail yang terjadi terus-menerus melalui media sosial dan 24 jam nonstop terhadap siklus berita yang terus dibombardir dengan informasi baru, menjadi salah satu pemicu rasa gelisah. Sepeti sebuah survei yang dilakukan oleh Children’s Rights Charity Plan International UK yang menemukan bahwa setengah dari remaja berusia 11 sampai 18 tahun mengaku bahwa media sosial membuat mereka merasa harus terlihat dan bersikap tertentu.
Temuan serupa juga ditemukan pada studi 2015 dari University College London dan The Anna Freud Centre yang menemukan bahwa masalah emosional pada gadis berusia 11 hingga 13 tahun di Inggris meningkat 55% antara 2009 dan 2014.
“Saat teknologi baru seperti smartphone dan media sosial memiliki potensial untuk berhubungan dengan orang pada cara yang mungkin tidak dibayangkan sebelumnya, mereka juga memiliki kemampuan dalam memberikan dampak terhadap kegelisahan yang dirasakan oleh orang lain. Penting untuk kita bisa mengenali hal tersebut,” ungkap CEO of Charity Anxiety UK, Nicky Lidbetter.
Munculnya sebuah teknologi berpotensi untuk meningkatkan rasa gelisah. “Sementara itu, mereka coba berkontribusi kepada orang-orang yang mengalami kesulitan dan mampu berkonsentrasi terhadap aktivitas yang berguna. Seperti kebanyakan yang terjadi, penting agar menyeimbangkan diri saat menggunakan teknologi,” ujarnya.