Sayangnya, pesawat tersebut harus dihentikan karena adanya krisis ekonomi. Namun, BJ Habibie juga berencana untuk membangun kembali pesawat N-250 tersebut usai mendapatkan persetujuan dari Presiden Republik Indonesia, yang kala itu adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Alison AE 2100 C yang dibuat oleh perusahaan Alison. Pesawat yang memiliki balik enam bilah ini sanggup terbang dengan kecepatan maksimal 610 km per jam. Pesawat ini juga pernah menjadi bintang dalam pameran di Indonesia Air Show pada 1996 di Cengkareng.
Presiden Republik ke-2 Indonesia, Soeharto, kala itu mengatakan bahwa pesawat N-250 adalah produk andalan dari PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Hal tersebut terasa istimewa karena pesawat tersebut sepenuhnya dibuat oleh putra-putri Indonesia.
Rencana dalam pengembangan pesawat N-250 ini sendiri pertama kali diungkap oleh PT IPTN pada Paris Air Show 1989. Pembuatan prototipe pesawat ini menggunakan teknologi fly by wire, di mana pertama kali di dunia dimulai pada 1992. (afr)
(Kemas Irawan Nurrachman)