CALIFORNIA – Warga di dalam rumah Snapchat merasa gelisah, sebab kini persaingan Snapchat dengan beberapa platform media sosial lainnya semakin ketat. Hal itu diungkapkan dalam kesempatan untuk bertanya kepada CEO Evan Spiegel.
Sekira satu lusin pertanyaan merupakan variasi apakah karyawan harus khawatir dengan pesaing Snapchat, terutama Facebook dan Instagram yang tampaknya merupakan perkembangan cepat untuk menyalip Snapchat.
Dengan tenang, Spiegel menanggapi lusinan pertanyaan dari karyawannya tersebut dan hanya berkata singkat “tidak”. Menurut beberapa orang dengan pengetahuan tentang dokumen tersebut adalah jawaban lain dari Spiegel yang bagaimana karyawan tidak boleh memikirkan kompetisi dan sebaliknya harus fokus untuk menghadirkan produk terbaik dan berinovasi.
Selang peristiwa itu, lima bulan kemudian kegugupan yang berkecamuk dalam Snap belum hilang, bahkan menyebar di luar kantor pusat perusahaan di Southern California dan menyebutkan investor Snap telah kehilangan nilai miliaran dolar, juga sahamnya yang diperdagangkan 50% di bawah puncak yang telah dicapai pada hari pertama perdagangannya.
Dalam beberapa hari mendatang, jendela bagi karyawan dan orang dalam untuk menjual saham mereka akhirnya akan terbuka, menghadirkan tes kepercayaan penting di perusahaan.
Diketahui, Snap telah berubah dalam banyak hal saat kehidupan singkatnya sebagai perusahaan publik. Produk baru diuji di lingkungan yang lebih kecil dan tertutup, eksekutif awal telah diganti dengan diam-diam, dan jumlah karyawan yang meningkat.
Tetapi satu hal yang tidak berubah, yakni Snap tetap merupakan proyek Evan Spiegel. Kontrol yang terpusat dan tak terkekang telah menjadikan Snapchat sebagai pusat pilihan generasi penerus ke generasi untuk komunikasi dan hiburan. Pertanyaannya sekarang, apakah perusahaan telah melampaui pengaturannya.