Sebagaimana langit yang dipenuhi pintu-pintu yang kokoh, tingkat teratas dari atmosfer, yang membungkus bola bumi juga dipenuhi oleh pintu-pintu. Oleh karenanya, jika pesawat antariksa hendak keluar dari atmosfer, ia harus menempuh jalur tertentu dan terbatas.
Pesawat juga harus melewati sudut dan jalur tertentu agar selamat dari area gravitasi Bumi menuju angkasa. Tanpa melalui jalur itu, pesawat akan terbakar.
Sebaliknya, jika pesawat antariksa hendak kembali ke Bumi, ia harus masuk melalui pintu-pintu dan jalur tertentu dalam tingkat teratas dari atmosfer. Jika tidak, ia akan tetap berada di luar angkasa atau terbakar.
(Kemas Irawan Nurrachman)