JAKARTA - Untuk menerbangkan roket ke luar angkasa, tentu peneliti harus mengetahui ilmunya agar roket itu terbang mulus menembus atmosfer Bumi. Jauh hari sebelum manusia mengetahui ilmu meluncurkan roket ke luar angkasa, Alquran telah lebih dulu mengungkap hal ini.
Dalam buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan, studi-studi ilmiah modern telah membuktikan bahwa pergerakan benda-benda langit tidak mungkin dalam lintasan lurus, melainkan pasti bengkok dan melengkung.
Setiap benda yang memiliki materi, sebesar apa pun massanya, tidak mungkin bisa bergerak di alam semesta selain dalam garis melengkung.
Sudah menjadi kebenaran ilmiah bahwa setiap benda angkasa yang bergerak di angkasa, dikontrol oleh kekuatan gravitasi dan kekuatan kontragravitasi. Hal inilah yang oleh Alquran dinamakan al-uruj. Al-uruj berarti naik dan keluar dari garis lurus atau berjalan dalam lintasan melengkung.
Apabila manusia tidak mengetahui pergerakan benda-benda langit di angkasa, tentu manusia tidak mampu meluncurkan satelit dan tidak pula menjelajahi antariksa.
Pergerakan setiap benda padat dari Bumi ke langit harus dalam lintasan melengkung karena benda tersebut dipengaruhi oleh kekuatan gravitasi Bumi dan kekuatan kontragravitasi yang menarik benda itu ke langit.
Jika dua kekuatan yang saling bertolak belakang itu berimbang, benda tersebut akan terdorong untuk berputar mengelilingi Bumi dengan kecepatan horizontal atau yang dikenal dengan istilah kecepatan sudut (angular velocity).