BEIJING - Bus antimacet produksi TEBtech, TEB-1 Straddling, telah melakukan uji coba pada tahun lalu. Pengujian dilakukan di Kota Qinhuanandao, Provinsi Hebei, China. Setelah dilakukan uji coba, tak ada kabar perkembangan mengenai bus tersebut. Rupanya uji coba sudah dihentikan pada Oktober 2016. Tidak diketahui pasti penyebabnya.
Saat ini bus dengan tinggi 300 meter, panjang 22 meter, dan lebar 7,8 meter beserta fasilitasnya mulai dibongkar. Proyek bus ini dinilai gagal karena tersangkut beberapa masalah. Ada warga yang menyebut bahwa jalur yang akan dilalui bus tersebut justru menyebabkan kemacetan. Selain itu, pemerintah China ragu proyek tersebut akan berhasil dan menuduh bahwa itu merupakan tipuan pembangunan. Bahkan, penjabat Kota Qinhuanandao tidak mengetahui jika bus itu menjalani uji coba di sana.
Bus yang dirancang bisa berjalan di atas rel ini dibangun tanpa mengganggu lalu lintas jalan raya saat beroperasi. Para insinyur membuat lorong di bagian bawah bus supaya dapat melewati jalan yang macet.
Mirip dengan kereta, TEB-1 Straddling memiliki daya tampung yang cukup besar.
Meskipun saat pengujian berjalan sukses, tapi sebenarnya banyak kelemahan yang dimiliki oleh bus tersebut. Banyak pihak yang meragukan sisi keamanan dari kendaraan raksasa ini. Salah satunya TEB-1 Straddling tidak berjalan di atas rel besi. Bus ini masih menggunakan ban karet yang dilengkapi dengan roda kecil di setiap sisinya. Pada kenyataannya, roda kecil itu tidak berjalan di rel besi. Rel itu sebenarnya hanya garis cerukan yang tidak dilengkapi besi, melainkan hanya coran. Roda kecil itu memang berjalan di dalamnya, namun bisa saja keluar dan masuk ke jalanan.