Advertisement
Advertisement

Fenomena Petir Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Selasa, 17 Januari 2017 |06:01 WIB
Fenomena Petir Dijelaskan dalam Alquran dan Sains
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Petir biasanya terjadi saat hujan deras melanda di suatu wilayah di Bumi. Dijelaskan bahwa petir ialah gejala alam yang bisa dianalagoikan sebagai kondensator raksasa.

Fenomena petir melibatkan lempeng pertama ialah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah Bumi (dianggap netral). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan, di mana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

Diambil dari berbagai sumber, energi yang dilepaskan sambaran petir konon lebih besar daripada yang dihasilkan pusat pembangkit tenaga listrik. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk bisa mencapai 10 ribu derajat Celcius.

Cahaya yang dikeluarkan petir lebih terang ketimbang cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Cahaya luar biasa yang dikeluarkan dari fenomena petir itu disebutkan dalam Alquran.

"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan," bunyi Surah An-Nur Ayat 43.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement