JAKARTA - Seiring berkembangnya teknologi, pengemudi mobil mengandal global positioning system (GPS) navigasi untuk mengetahui lokasi atau rute yang akan dituju. Namun lama-kelamaan, perangkat tersebut mulai ditinggalkan karena rata-rata smartphone keluaran terbaru telah dilengkapi dengan fitur atau aplikasi GPS.
Perangkat GPS aftermarket untuk mobil ditawarkan dalam dua jenis, yakni tracking dan navigasi. Keduanya ditawarkan dengan harga dan fitur yang berbeda.
Suryanto, pedagang aksesori dari Alif Auto di sentra automotif MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, mengatakan GPS tracking lebih banyak dicari orang ketimbang model navigasi.
GPS tracking memiliki banyak kelebihan dibandingkan navigasi. Perangkat digital tersebut bisa menjadi alat keamanan tambahan bagi pemilik mobil, khususnya jika mobil kerap digunakan orang lain.
"Kalau GPS tracking bisa cari tahu posisi mobil, kecepatan, bahkan mematikan dari jarak jauh seandainya mobil dicuri. Ini pakai aplikasi dan jaringan internet, bisa dikontrol dari handphone Android, Apple, atau apa saja bisa," tambahnya.
GPS tracking bahkan bisa menyadap suara percakapan di kabin. GPS tracking dipasangi kartu SIM layaknya handphone, sehingga dengan menghubungi nomor tersebut, pemilik bisa mendengar suara di dalam kabin dari jarak jauh.
"Untuk kejelasan suaranya memang enggak bisa 100%, karena dalam kabin kan ada suara audio dan kadang suara berisik lainnya. Selain itu, speaker juga kami pasang ngumpet (tersembunyi) jadi enggak ketahuan," terang dia.
Berkurangnya peminat GPS navigasi, jelas Suryanto, dikarenakan perangkat tersebut tak memiliki fitur selengkap GPS tracking. GPS navigasi hanya bisa dipakai untuk mencari alamat, sementara dengan GPS model tracking bisa digunakan pengguna untuk mengetahui posisi dan kondisi mobil, bahkan bisa dipakai untuk menyadap suara.
Selain itu, pengguna kendaraan juga sudah bisa mencari alamat seperti fungsi yang terdapat pada GPS navigasi.
"Kalau sekarang handphone juga sudah pakai navigasi. Otomatis peminat GPS ini (navigasi) berkurang. Pakai smartphone kan sudah bisa, jadi orang berpikir untuk apa harus keluar duit Rp1 jutaan buat beli GPS lagi," tutup Suryanto. (san)
(Dian AF)