GABUNGAN Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil pada 2016 mencapai 1.050.000 unit kendaraan. Angka tersebut turun dari total pencapaian penjualan mobil baru pada 2015 sebanyak 1.031.291 unit.
Meski masih diselimuti oleh kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, yakin target tersebut bisa tercapai.
"Sesuai dengan target kami perkirakan 1.050.000 unit. Sampai dengan akhir November sudah sekira 975 ribu, nah rata-rata total penjualan mobil perbulan 90 ribu, jadi kalau bulan ini 75 ribu ya masih masuk ya seharusnya. Menurut saya sih 1.050.000 unit tembus mungkin bisa lebih sedikit," kata dia kepada Okezone.
Menariknya, belum tutup buku 2016, APM Daihatsu dan Honda mengklaim bahwa penjualannya sudah melewati angka pada 2015. Berdasarkan data penjualan wholesales Daihatsu periode Januari-November 2016 sebanyak 173.221 unit, sedangkan pencapaian 2015 sebesar 167.808 unit.
Pada periode yang sama, Honda berhasil membukukan penjualan sebanyak 185.438 unit. Angka tersebut jauh melebihi target yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 180.000 unit.
Melihat hasil tersebut, Yohannes beranggapan bahwa kehadiran mobil low cost green car (LCGC) yang membuat keduanya meraih pencapaian yang positif di tahun ini.
"Daihatsu dan Honda konsentrasinya pada kendaraan kecil. Pertumbuhan LCGC itu cepat, mereka diuntungkan oleh LCGC," terang dia.
Bila mengacu pada data Gaikindo, Daihatsu memiliki dua model LCGC yaitu Ayla yang sudah terjual sebanyak 36.989 unit sejak Januari-November dan Sigra sebanyak 26.289 unit. Honda hanya memiliki satu yaitu Brio Satya, pada periode yang sama sudah terjual sebanyak 33.027 unit.
Menurut Yohannes penjualan mobil secara nasional tumbuh berkat adanya produk LCGC. "Kalau kita lihat secara total volume dalam unit kendaraan LCGC naik. SUV dan MPV itu sudah pasti karena keduanya sudah bertahan cukup lama yang baru lahir LCGC, itu yang naiknya banyak," ungkap dia.
Penjualan Januari-November 2016
Beberapa agen pemegang merek di tanah air yang mengaku penjualan tahun ini cukup sulit. Meskipun kondisi pasar automotif nasional masih belum begitu pulih sepenuhnya, namun sudah menunjukkan tren pertumbuhan.
Berdasarkan data Gaikindo, total penjualan mobil secara wholesale pada periode Januari-November sebanyak 974.972 unit. Angka tersebut meningkat cukup tajam dibanding penjualan pada 2015 di periode yang sama yaitu sebesar 940.027 unit.
Apabila dirinci, PT Toyota Astra Motor (TAM), APM mobil Toyota di Indonesia ini mencatat penjualan di pasar wholesales selama 11 bulan di 2016 mencapai 347.360 unit. Model yang paling laris terjual yaitu Avanza, Innova, dan Agya.
PT Astra Daihatsu Motor (ADM), APM mobil Daihatsu mencatat raihan angka wholesales sebanyak 173.221 unit. Penyumbang terbesar penjualan Daihatsu selama 2016 datang dari Xenia, Ayla, dan Sigra.
PT Honda Prospect Motor (HPM), APM mobil Honda ini bisa dibilang cukup beruntung karena perolehan tahun ini sudah melebihi target. Selama 11 bulan, Honda mampu menjual sebanyak 185.438 mobil. Kontribusi terbanyak disumbang oleh HR-V, Mobilio, dan BR-V.
Sementara itu PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), APM mobil Suzuki ini hanya mampu menjual 83.539 mobil pada periode yang sama. Padahal pada 2015 berhasil menjual 111.221 unit mobil. Penyumbang terbesar masih dari Ertiga.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya sesudah lebaran penjualan mobil pasti mengalami penurunan yang drastis. Pada 2016, lebaran jatuh pada Juni, secara otomatis total penjualan mobil turun di Juli karena waktu berjualan terpotong oleh libur panjang. Penjualan mobil kembali stabil memasuki Agustus, apalagi di bulan yang sama ada pemeran mobil Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). (san)
(Dian AF)