Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Videotron Porno Tunjukkan Lemahnya Keamanan Siber Pemerintah

Aditya Gema Pratomo , Jurnalis-Rabu, 05 Oktober 2016 |18:57 WIB
Kasus <i>Videotron</i> Porno Tunjukkan Lemahnya Keamanan Siber Pemerintah
(foto: Twitter)
A
A
A

JAKARTA – Kasus penayangan video porno di videotron kawasan Jakarta Selatan mengejutkan semua pihak. Pasalnya, konten videotron tersebut seharusnya tidak bisa diakses sembarang orang.

pengamat keamanan siber, Pratama D Persadha, mengatakan kasus ini menunjukkan lemahnya pengamanan siber di kalangan instansi pemerintahan. Padahal, tak menutup kemungkinan jika para peretas mencuri informasi vital.

"Untuk kasus videotron sebenarnya bisa dicegah kalau jaringan dan sistem sekuriti di videotron diamankan. Misalnya harus ada firewall, intrusion detection system (IDS), intrusions prevention system (IPS), pengaturan password yang kuat dan membatasi remote akses terhadap sistem videotron dari luar," terangnya.

Ia juga menyoroti lemahnya sistem pengamanan yang diterapkan pengelola videotron. Pasalnya, banyak aplikasi cracking password yang beredar di pasaran. "Ini kan awalnya digunakan system remote supaya pemilik/pemakai videotron tidak perlu datang ke lokasi fisik setiap mau mengganti konten iklan videonya.”

“Ini yang cukup membahayakan kalau kita kurang aware untuk mengamankan sistem. Banyak metode yang bisa digunakan untuk melakukan cracking password, antara lain Brute Force Attacks. Password yang lemah bisa dibuka dalam waktu beberapa detik saja," lanjutnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement