Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Symantec Ungkap Potensi Peningkatan Kejahatan Online

Arsan Mailanto , Jurnalis-Selasa, 19 April 2016 |16:50 WIB
Symantec Ungkap Potensi Peningkatan Kejahatan <i>Online</i>
Halim Santoso, Director System Engineering ASEAN, Symantec (Foto: Arsan Mailanto/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Symantec Corporation melalui Internet Security Theart Report (ISTR) volume 21 kali ini mengungkapkan terjadi perubahan organisasi yang dibuat oleh penjahat cyber alias oknum hacktivis.

Halim Santoso, Director Systems Engineering ASEAN mengemukakan, kelas baru penjahat cyber profesional ini sudah menjangkau seluruh ekosistem penyerang, dengan memperluas jangkauan ancaman bagi perusahaan dan konsumen sehingga memicu pertumbuhan kejahatan online.

"Kelompok- kelompok serangan kriminal ini canggih. Mereka menunjukkan rangkaian keahlian penyerang nation-state dan memiliki sumber daya sangat besar seperti staf teknis yang terampil dalam beroperasi secara efisien," ujarnya dalam acara Symantec Report Keamanan Cyber Terkini di Indonesia, Jakarta, Selasa (19/4/2016).

"Mereka itu rata-rata bekerjanya pada jam kerja normal, hari libur akhir pekan, bahkan libur nasional. Kami bahkan melihat para penyerang kriminal tingkat rendah alias pemula (kelas teri) membuat call center guna meningkatkan dampak penipuan mereka dan tentunya saling kerjasama satu sama lain," tambahnya.

Menurut cacatan Symantec, pada 2014 secara global di seluruh Indonesia peringkat untuk kode berbahaya itu naik dari peringkat ke-7 menjadi peringkat ke-5 di 2015 dengan manufaktur menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) Indonesia.

"Tak heran jika kelompok penjahat cyber menargetkan pasar ini. Sebab di pasar konsumen terjadi peningkatan stabil dalam penipuan media sosial di Indonesia," kata Santoso.

Dikatakannya, kelompok-kelompok serangan kelas profesional (kakap) ini canggih mereka yang pertama memanfaatkan kerentanan zero-day, kemudian menggunakannya demi keuntungan mereka sendiri atau menjualnya ke penjahat kelas level rendah di pasar terbuka yang dijadikan komoditas.

"Bayangkan saja, pada 2015 jumlah kerentanan zero-day itu ditemukan meningkat lebih dari dua kali lipat dengan rekor 54 naik, ya sebesar 125 persen dari tahun sebelumnya," paparnya.

Santoso menegaskan, tentu ini peran penting bahwa mereka (peretas) kelas kakap sudah memainkan aksi tersebut dalam serangan target yang sangat menguntungkan.

Sementara itu, lanjut dia ditemukan pula malware (si perusak komputer) juga kian meningkat pada tingkat mengejutkan dengan jumlah 430 juta varian malware terbaru yang ditemukan pada 2015.

"Volume besar malware tersebut membuktikan bahwa penjahat cyber tak kenal waktu dan siapapun. Mereka itu sangat profesional memanfaatkan sumber daya mereka yang luas dalam upaya menyerang pertahanan dan masuk ke jaringan perusahaan," pungkas Santoso.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement