"Saya menuntut agar Twitter ganti rugi, lantaran telah melanggar undang-undang antiterorisme, ancaman kekerasan, dan promosi terorisme yang ada di Twitter," ungkapnya.
Seperti yang diberitakan, situs jejaring ini telah mengubah kebijakannya dengan melarang konten-konten berisi ujaran kebencian, sara dan ajakan untuk melakukan kekerasan dan Twitter akan memblokir akun-akun seperti itu.
Tidak hanya itu, kelompok hacktivis Anonymous juga telah berusaha untuk mencoba dan mencatat banyak akun Twitter terkait ISIS, dan mengajukan banding ke masyarakat umum untuk mencoba dan membantu mereka.
Sekadar diketahui, suami dari Fields bernama Lloyd Fields yang merupakan satu dari lima orang yang tewas dalam sebuah serangan simpatisan ISIS di pusat pelatihan polisi di Yordania.
Mantan polisi Amerika Serikat tersebut sedang berada di Yordania untuk melatih polisi negara saat itu.
(Kemas Irawan Nurrachman)