Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobil Futuristis Ini 'Hadiah' dari Mercedes Benz untuk Tokyo

Anton Suhartono , Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2015 |19:31 WIB
Mobil Futuristis Ini 'Hadiah' dari Mercedes Benz untuk Tokyo
Mobil konsep berteknologi otonom Mercedes Benz Vision Tokyo (Mercedes Benz)
A
A
A

TOKYO - Mercedes Benz mengungkap wujud fisik dari mobil minivan berdesain futuristis yang diberi nama Vision Tokyo. Seperti namanya, produsen mobil premium itu mengambil inspirasi Tokyo dalam membuat mobil ini.

Tokyo memiliki luas 622 kilometer persegi namun didiami 9 juta orang. Luasnya lebih kecil dari Paris namun jumlah penduduknya empat kali lipat.

Dalam keterangan resminya, Mercedes Benz menyebut bahwa Tokyo merepresentasikan kombinasi antara tradisi dan teknologi tinggi. Tokyo tidak diam, melainkan kawasan yang dinamis di mana tren-tren baru selalu tercipta di sana.

Kepala Desain Daimler AG Gorden Wagner mengatakan, Mercedes Benz Vision Tokyo merupakan perwujudan dari konsep produk automotif masa depan yang cocok digunakan di megacity.

"Kemurnian dan gaya sensual dari Vision Tokyo menginterpretasikan kemewahan dan kemodernan dari Mercedes Benz," ungkap Wagner.

Mobil ini menggunakan teknologi otonom atau bisa dijalankan tanpa dikendalikan sopir. Teknologi otonomnya diwarisi dari model F015 yang sudah diperkenalkan awal tahun ini di Amerika Serikat.

Kesan mewah dan futuristis sudah bisa terlihat dari eksteriornya. Tinggi dan memanjang ke belakang. Menyesuaikan ukuran, grille-nya dibuat besar dengan garis putus bercahaya iluminasi biru dan putih. Di tengahnya tampak logo bintang mercy yang besar.

Roda juga dibuat dengan diameter besar yakni 26 inci. Di pelek juga terdapat cahaya iluminasi biru. Hal serupa juga tampak pada sideskirt. Cahaya iluminasi biru itu merupakan representasi dari mobil listrik.

Sementara ukuran berbeda tampak pada headlamp di mana desainnya dibuat sipit namun agak sedikit memanjang ke belakang.

Sekilas tidak ada pilar di bagian depan, sehingga kaca depan juga berfungsi sekaligus menjadi jendela samping.

Di bagian belakang, Vision Tokyo benar-benar tampil beda. Tidak ada lampu belakang seperti lazimnya mobil biasa. Di bawah terdapat corong besar yang diborder dengan garis lampu biru.

Sementara itu pintu menggunakan konsep sliding door namun membuka ke atap. Pintu hanya terdapat di sisi kiri kendaraan, cocok dengan aturan setir kanan yang berlaku di Jepang.

Mengusung bentuk minivan, sudah jelas ruang di dalamnya luas. Bahkan lebih luas dari F015 yang berbentuk seperti sedan.

Bicara soal interior, seperti bukan berada di mobil pada umumnya. Interior mengusung konsep lounge, yakni joknya didesain seperti sofa yang melingkar. Hal ini untuk memudahkan interaksi antarpenumpang. Di depan hanya ada satu jok untuk mengoperasikan kendaraan.

Di pintu mobil bagian dalam dan di belakang jok penumpang terdapat layar LED. Sistem pengoperasiannya bisa dengan gestur. Selain itu, di tengah mobil juga terdapat proyektor yang membuat suasana berteknologi tinggi tiga dimensi di kabin. Proyektor tersebut menyajikan berbagai aplikasi, peta, dan fitur hiburan lainnya.

Di sekeliling mobil dipasang sensor dan kamera yang bisa melihat sekeliling mobil 360 derajat. Teknologi ini untuk menunjang sistem pengoperasian autopilot.

Sementara itu di depan, sistem pengoperasian kendaraan sudah serba digital. Panel-panel berbentuk layar sentuh.

Mobil ini memiliki dimensi, panjang 4.803 milimeter, lebar 2.100 mm, dan tinggi 1.600 mm dengan daya tampung lima orang.

Sekeliling bodi mobil dipasang pelindung yang dapat melindungi sumber tenaga. Hal ini penting karena Vision Tokyo merupakan mobil fuel cell yang menggunakan bahan bakar hidrogen. Di dalamnya juga terdapat baterai tambahan. Dua kombinasi fuel cell dan baterai dapat melajukan mobil sejauh 980 kilometer.

Vison Tokyo bukan satu-satunya mobil Mercedes Benz yang didesain untuk daerah tertentu di dunia. Pada November 2012, Mercy membuat mobil Vision Ener-G-Force yang didesain untuk Los Angeles. Lalu pada 2013, AMG Vision Gran Turismo dibuat untuk Sunnyvale (Amerika Serikat), dan pada November 2014 G-Code dihadirkan untuk Beijing.

(Dian AF)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement