Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nostalgia Mobil Terbang di Film 'Back to the Future II'

Anton Suhartono , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2015 |11:14 WIB
Nostalgia Mobil Terbang di Film '<i>Back to the Future II</i>'
Cuplikan film Back to the Future II (Moviestore Collection)
A
A
A


CALIFORNIA - Masih ingat dengan film ‘Back to The Future II’ produski Universal yang dimainkan oleh Marty McFly dan Doc Brown? Pada 21 Oktober 2015 merupakan waktu di mana mereka sampai setelah melakukan perjalanan menembus waktu. Saat itu mereka berasal dari tahun 1985.


Apakah kondisi tahun 2015 dari sudut pandang kehidupan di 1985 yang digambarkan dalam film fiksi ilmiah itu sesuai dengan kenyataan? Di situ digambarkan bahwa pada 2015 ada papan terbang sebagai pengganti skateboard, sepatu yang dapat menekan kaki penggunanya secara otomatis, dan yang paling fenomenal adalah mobil terbang.


Memang hal ini hanya sekadar film, namun tidak ada salahnya menilai penerawangan sang pembuat film tentang bagaimana kondisi 2015 dari sudut pandang 1985.


Dalam salah satu adegan, seorang ilmuwan, Doc yang diperankan oleh Christopher Lloyd, mengatakan di 2015 tidak ada lagi jalan karena kendaraan sudah bisa terbang.


Kenyataannya saat ini masih banyak mobil yang terjebak macet. Yah, mereka tidak bisa terbang untuk menghindari kepadatan lalu lintas sebagaimana digambarkan dalam film.


Namun penerawangan sang pembuat film tidak sepenuhnya salah. Ada beberapa produsen mobil yang kini mengembangkan mobil terbang.


Sebuah perusahaan yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat, Terrafugia, membuat mobil terbang. Prototipe mobil terbang Terrafugia sudah diuji coba beberapa kali.

Model prototipe pertama dikembangkan pada 2011 yang disebut dengan Transition. Mobil itu bisa mengangkut dua orang. Jika diproduksi, diperkirakan harganya USD279 ribu atau sekira Rp3,8 miliar.

Lalu pada awal 2015, Terrafugia kembali membuat mobil terbang terbarunya yang disebut TF-X. Bedanya, desain mobil ini lebih futuristis dengan sayap di atap yang seolah seperti pintu mobil. Setiap sayap memiliki motor listrik bertenaga 300 hp yang dapat mengubah arah kendaraan.

Sementara kendaraan ini dapat melaju dengan kecepatan 322 kilometer per jam dan mampu terbang menjelajah sejauh 805 kilometer. Sistem pengendaliannya pun sudah semi-otomatis. Pengendara tinggal mengatur tujuan sebelum berangkat, lalu kendaraan akan menuju lokasi secara otomatis.

Namun untuk bisa menggunakan TF-X, pengendara harus memiliki surat izin terbang dan harus memiliki pengalaman minimal 20 jam terbang. Terrafugia menargetkan akan menjual TF-X sebelum 2018.

(Dian AF)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement