MOSKOW - Setelah Indonesia, General Motors akan menutup pabriknya di Rusia pada pertengahan 2015. Penutupan dilakukan sebagai dampak dari anjloknya penjualan kendaraan brand Chevrolet dan Opel. Demikian seperti diberitakan Reuters, Kamis (19/3/2015).
Selain itu, melemahnya nilai tukar rubel terhadap dolar AS turut memukul industri. Sebagian besar komponen produksi brand Chevrolet dan Opel masih diimpor dari negara lain sehingga biaya produksinya melonjak. Faktor lain adalah sanksi negara-negara Barat terkait krisis Rusia dengan Ukraina serta anjloknya harga minyak dunia.
Pabrik yang ditutup tersebut berada di Saint Petersburg. Di sana ada beberapa model yang diproduksi, di antaranya Chevrolet Cruze, Chevrolet Trailblazer, dan Opel Astra. Dampak penutupan pabrik ini, GM akan mem-PHK 1.000 pekerja.
GM juga akan menghentikan penjualan brand Opel di Rusia pada Desember 2015. Sebagai gantinya, GM akan menggandeng produsen automotif lokal, Avtovaz, untuk memproduksi model SUV Chevrolet Niva. Selain itu, GM akan memasarkan mobil premium seperti Cadillac.
Pada Februari 2015, produk Opel yang terjual di Rusia hanya 912 unit, terjun bebas sebanyak 86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Opel Astra yang menjadi andalan penjualan GM di Rusia dibanderol 800 ribu rubel atau sekira Rp175,3 juta.
Kondisi perekonomian global tidak menguntungkan bagi bisnis GM. Bulan lalu, GM mengumumkan akan menutup pabrik di Pondok Ungu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 30 Juni 2015. Pabrik tersebut memproduksi model Chevrolet Spin. Berdasarkan informasi, fasilitas produksi Spin di Indonesia akan dipindah ke India.
(Anton Suhartono)
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari