“Ternyata, sosial media menjadi pilihan yang paling disukai oleh generasi Y di Indonesia (berusia 19 – 34 tahun), yang hanya menggunakan telepon sebagai pilihan terakhir mereka,” jelas Denny.
Hal ini, tentunya mendorong penggunaan komputasi awan baik public, private maupun hybrid, serta teknologinya terintegrasi di seluruh model arsitektur. Dalam 12 bulan terakhir, contact centres yang memilih model kepemilikan penuh telah berkurang sebanyak 13 persen.
Sementara dari contact centre yang belum memanfaatkan solusi komputasi awan sebanyak 34 persen tengah mempertimbangkan untuk menggunakan dalam waktu dekat.
Sementara itu, menurut Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) Andi Anugrah yang juga Ketua Umum Asia Pacific Contact Centre Leaders (APCCAL) untuk meningkatkan efektivitas layanan pelanggan, perusahaan perlu terus meningkatkan perangkat teknologi yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat atau penggunanya. “Saat ini penggunaan akses Customer Service melalui telefon mulai berkurang dan beralih ke sistem digital,” ujarnya.
(Amril Amarullah (Okezone))