Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Anak Muda Mesti Melek Startup

Advent Jose , Jurnalis-Rabu, 31 Desember 2014 |13:06 WIB
Ini Alasan Anak Muda Mesti Melek <i>Startup</i>
foto ilustrasi membangun perencanaan startup (Thenextweb)
A
A
A

CALIFORNIA – Belakangan ini istilah startup begitu heboh terdengar di lini massa. Startup seringkali diidentikan dengan konotasi perusahaan teknologi atau internet. Namun sebenarnya apa makna startup sebenarnya?

Menurut Wikipedia, startup dimaknai sebagai perusahaan rintisan atau masih membangun serta mencari model bisnis yang sesuai. Startup juga umumnya adalah perusahaan yang belum lama beroperasi dan masih dalam fase pengembangan.

Startup lazim diindentikan dengan perusahaan teknologi karena istilah ini mulai populer secara internasional ketika era gelembung dot-com (dot-com bubble) bermunculan. Pada periode 1998 – 2000, banyak perusahaan berinisial ‘dot-com’ didirikan secara berbarengan.

Menurut Rama Mamuaya, founder dailySocial.net, yang dikutip dari teknojurnal, start up dirangkum dalam tiga variabel yakni, beroperasi kurang dari tiga tahun, memiliki kurang dari 20 karyawan serta berpendapatan kurang dari USD100 ribu pertahun.

Dikutip dari laman Techcrunch, Rabu (31/12/2014), startup diklasifikasikan dalam tiga kata kunci yang dinamakan dengan ‘aturan 50, 100, atau 500’.

Maksudnya adalah apabila perusahaan telah memiliki pendapatan sekira USD50 juta dalam 12 bulan, kemudian memiliki karyawan sekira 100 orang atau lebih, serta telah bernilai USD500 juta, artinya perusahaan tersebut tidak bisa lagi disebut sebagai startup.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement