CALIFORNIA - Google, perusahaan yang terkenal dengan layanan mesin pencari, email dan Android juga memiliki keinginan untuk memperluas jangkauan internet di seluruh dunia. Untuk merealisasikan jangkauan akses internet tersebut, raksasa teknologi asal California, Amerika Serikat ini bekerja pada Project Loon.
Project Loon pada dasarnya merupakan proyek riset dan pengembangan yang dikembangkan Google. Proyek ini memiliki misi untuk menyediakan akses internet untuk wilayah pedesaan dan terpencil.
Proyek ini menggunakan balon yang dapat melayang tinggi di stratosfer atau pada ketinggian 32 kilometer. Project Loon menciptakan jaringan nirkabel dengan kecepatan internet menyerupai 3G.
Balon dapat bergerak, menyesuaikan ketinggian mereka untuk melayang pada ketinggian tertentu. Terdapat sistem yang membaca lapisan angin (wind layer), yang diperoleh dari data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Pengguna yang memakai layanan Project Loon terhubung dengan jaringan balon menggunakan antena internet khusus yang dipasangkan pada gedung. Terdapat sinyal yang berjalan melalui jaringan dari balon ke balon, kemudian terhubung dengan stasiun di darat, terkoneksi dengan internet service prodider lalu ke dalam internet global.
Proyek tersebut dimulai pada 16 Juni 2013, di mana Google memulai percobaan pilot di Selandia Baru dengan menerbangkan 30 balon. Sebanyak 50 penduduk lokal di sekitar Christchurch dan Canterbury Region menguji koneksi internet menggunakan balon Project Loon tersebut.