"Pabrik ini transisi. Masih sementara. Kita siapkan utk pengembangan Rp1 triliun untuk (pabrik) Evercoss. Untuk transisi ini, investasi 30 persen dari Rp1 triliun," kata Husni Wijaya, General Manager PT Aries Indo Global (AIG).
Terdapat empat line untuk pabrik transisi seluas 2,5 hektare ini. Perusahaan merencanakan pabrik lebih luas dengan 8 hektare dengan total 12 line.
Untuk 12 line, kapasitas produksi tentu lebih besar dengan jumlah 500 ribu unit perangkat per bulan. Alasan lain atau keuntungan diproduksinya perangkat Evercoss di Indonesia ialah menurunkan tingkat kerusakan produksi di bawah satu persen.
Tidak hanya itu, ada alasan bisnisnya mengapa handset diproduksi di Semarang, yakni kecepatan pengadaan produk semakin tinggi. Dibuat di dalam negeri, maka perusahaan memiliki fleksibilitas dalam mengatur model-model yang diproduksi guna mengikuti permintaan pasar.
(Amril Amarullah (Okezone))