Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Developer Game 'Digital Happiness' Bangun Startup dari Nol

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Senin, 17 November 2014 |15:49 WIB
Cerita Developer <i>Game</i> 'Digital Happiness' Bangun Startup dari Nol
Rachmad Imron, pendiri Digital Happiness (kiri) dan rekan kerjanya saat ditemui Okezone di kantornya di Bandung (foto: Luthif/Okezone)
A
A
A

Pada 2011, Imron diperkenalkan dengan mesin game Unity dan menurutnya sangat affordable dengan biaya licence USD1500. "Dan itu mengingatkan mimpi kita kembali, kita bentuk Digital Happiness, waktu itu memang kita berempat, dua orang project base, istilahnya tukang pacul, ngerjain projek, dua orang nge-develop IP kita itu (DreadOut) akhir 2012," jelasnya.

"Kita coba develop IP DreadOut itu, development cost dari saving income project dan dibantu oleh crowdfunding internasional Indigogo. Kita pertama di Indonesia pada Juni 2013, kita keluarin demo dan kita ikutan crowdfunding itu," tambahnya.

Imron mengakui bahwa melalui crowdfunding tersebut, DH yang menargetkan pemasukan dana USD25 ribu selama 40 hari, malah mendapat lebih menjadi USD29 ribu. "Kita tercapai USD29 ribu, dapat lebih 4000-an. Dari situ, kita leburkan kembali untuk stop macul dan fokus pada development," ungkapnya.

Lebih lanjut Imron mengungkapkan, setelah mendapatkan pembiayaan crowdfunding, lalu DH mengembangkan game selama 6-8 bulan. "Akhirnya rilis episode pertama pada Mei 2014, distribusi via digital Steam. Alhamdulillah dari situ, cita-cita gimana caranya kita bisa hidup dari satu game itu. Kita awalnya berempat, bertujuh, berdua belas, sekarang berduapuluh. Desember (tahun ini) mudah-mudahan episode kedua muncul," imbuhnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement