SOLO - Kebijakan pengetatan barang impor masuk ke dalam negeri yang diberlakukan Kementerian Perdagangan, berdampak terhadap kekosongan barang-barang elektronik yang berasal dari luar negeri. Salah satunya pasokan tablet dan gadget di Solo, Jawa Tengah.
Untuk kedua jenis prodak elektronik tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Solo, Jawa Tengah, Andoko mengatakan, kedua jenis prodak tersebut di Kota Solo mulai sulit dicari.
"Ada pengetatan barang yang dilakukan Kemendag direspon kantor Bea Cukai dengan memperketat impor dari luar negeri. Sehingga prodak-prodak dari luar negeri terutama elektronik sulit masuk ke Indonesia," kata Andoko kepada wartawan, di Solo, Jawa Tengah, Senin (28/1/2013).
Menurut Andoko, untuk tablet yang benar-benar mengalami kekosongan pasokan adalah tablet merek Samsung. Sedangkan tablet jenis lain, seperti Axioo, stok persediaan cukup banyak.
Meskipun saat ini ketersediaan tablet jenis Axioo cukup banyak, namun hukum pasar yang berlaku, jenis tersebut belum mampu menggeser pasar dari Samsung ke Axioo juga tidak mudah, karena segmen pasar dua produk tersebut sudah berbeda.
"Sejak Desember untuk tablet sudah mengalami kelangkaan. Kayak produk netbook itu juga sempat mengalami kekosongan," papar Andoko.
Hal serupa juga diutarakan Pemilik Cakrawala Komputer, Santoso Budi Utomo, juga menyampaikan suplai produk tablet ke pasar Solo menurun 50 persen sejak awal tahun.
"Setelah dicek ternyata barang masih banyak tertahan di Jakarta dan belum bisa didistribusikan ke daerah. Perusahaan ekspedisi yang mengirim produk gadget belum bisa keluar, karena di Jakarta sedang banjir," ujar Santoso.
Dengan terjadinya kekosongan tablet, harga dipasaran komputer membuat pedagang kelimpungan karena pada awal tahun lalu permintaan tablet meningkat drastis hingga kisaran 25 persen.
Kondisi tersebut juga memicu kenaikan harga komputer di pasaran hingga 35 persen dari kondisi normal saat kebijakan pengetatan barang impor belum diberlakukan Kementerian Perdagangan.
"Notebook yang biasannya dijual Rp 2 juta sampai Rp 2,2 juta,naik hingga Rp 2,5 juta sampai Rp 2,8 juta hampir mendekati harga laptop," pungkasnya.
(Amril Amarullah (Okezone))