NATIONAL menjadi produk elektronik paling tersohor di Indonesia era 1980-1990-an. Waktu itu, produk elektronik besutan negeri Sakura Jepang ini begitu melekat di hati rakyat Indonesia.
Melalui brand-nya yang dikenal secara umum, perusahaan yang berpusat di Osaka, Jepang ini menawarkan manufaktur kelas dunia di bidang produk elektronik, khususnya untuk kebutuhan konsumen masyarakat, bisnis dan juga industri.
Berbekal keyakinan dengan filosofi ‘air mengalir’, menjadikan National yang sejak 2004 berganti nama menjadi Panasonic kian sukses menapaki bisnis di Indonesia.
Hanya saja, brand untuk produsen perangkat elektronik semenjak berganti nama Panasonic, tidak segemilang ketika masih berbendera dengan merek National. Penjualan lesu, pasar seakan berpihak ke produsen merek lain.
Ichiro Suganuma, Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia mengakui, lesunya pasar penjualan Panasonic, karena belakangan banyak pemain baru merambah pasar Indonesia dengan varian produk yang lebih unggul, dan dengan harga bersaing. Hal itulah yang perlahan mengikis citra Panasonic.
Pria Jepang yang cukup pasih berbahasa Indonesia ini mencontohkan, produsen dari Korea Selatan, China dan juga Jepang menjadi lawan utama Panasonic. Sebut saja LG, Samsung, Sharp maupun produk-produk China yang terus membanjiri pasar Indonesia.
“Itu yang cukup merepotkan kami untuk memikat kembali konsumen Indonesia," jelas Suganuma saat menjamu Okezone di kantor Panasonic Indonesia di bilangan Cawang, Jakarta Timur. “Padahal, dulu kami pernah berjaya dengan merengkuh mayoritas pasar, namun hari ini jauh berbeda. Banyak saingan dari merek baru,"
Melihat kecenderungan pasar yang begitu liar, bapak dua anak ini harus memutar otak. Panasonic Gobel Indonesia harus berbenah, keluar dari lorong gelap akibat padatnya lalu lintas persaingan yang perlahan telah mengikis citra Panasonic.
Oleh karena itu, 2013 ini akan menjadi ajang kebangkitan Panasonic, seperti dalam motonya “Bangkit Menuju Perusaaan Terunggul, 1 Tim, 1 Semangat, 1 Tujuan”. Atau kembali ke masa kejayaan National di era 80-90an.
“Sekarang bukan saatnya bersantai-santai. Kalau dahulu pemain di Indonesia sangat sedikit, sehingga tidak sulit menarik pelanggan, berbeda dengan sekarang,” tegas pria berkacamata tebal ini.
Strategi Baru
Menghadapi gencarnya persaingan, senantiasa Panasonic melakukan strategi dengan cara mengguyur produk elektronik dengan kualitas yang jauh lebih baik, seperti menambah sederet varian produk terbarunya yang inovatif, sehingga bukan produk yang itu-itu saja.
“Tahun 2012 lalu, kami berhasil menghadirkan TV plasma, Kamera, AC, Kulkas, Mesin Cuci, dan lainnya,” tutur Suganuma. “Bahkan tahun itu (2012), kami berhasil menjual perangkat AC sebanyak 550 ribu set lebih, sekaligus menempatkan Panasonic di urutan pertama pasar Indonesia,”
(Amril Amarullah (Okezone))