Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobil Sapu Angin ITS Mejeng di POS 2012

Nurul Arifin , Jurnalis-Rabu, 07 November 2012 |18:26 WIB
Mobil Sapu Angin ITS Mejeng di POS 2012
F: Sapu Angin (Nurul Arifin/Okezone)
A
A
A

SURABAYA - Ada yang berbeda di Pameran Otomotif Surabaya (POS) 2012 ini. Selain menghadirkan sejumlah mobil dari pabrikan mapan, POS 2012 ini menampilkan mobil Sapu Angin 2, karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
 
Mobil Sapu Angin 2 ini mencatatkan rekor sebagai mobil teririt saat lomba Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2010 yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia 8-10 Juli 2010 lalu. Mobil dengan kapasitas 110 cc ini mampu mencatat jarak tempuh 237,6 kilometer dengan hanya satu liter bensin.
 
Menurut Yusuf Karim Ungsi, Branch Manager PT Dyandra Promosindo Branch Surabaya (Penyelenggara POS 2012), dengan menghadirkan Mobil Sapu Angin 2 di POS 2012 ini menunjukkan bahwa event pameran otomotif tidak sepenuhnya bernuansa bisnis.
 
"Meski tidak ada penjualan Mobil Sapu Angin 2 ini namun kami ingin menampilkan karya anak bangsa di event ini. Kedepan akan berlanjut ke beberapa karya-karya anak bangasa seperti mobil buatan anak SMK," kata Yusuf.
 
Agar mobil Sapu Angin ini lebih diketahui publik, maka Booth Sapu Angin 2 berada di depan pintu masuk lokasi Pameran yakni di PF1.
 
Yusuf juga menyebut, di POS 2012 ini, pihaknya menargetkan sebanyak 50 ribu pengunjung selama lima hari. Diharapkan, POS 2012 ini mampu membukukan transaksi sebesar Rp100 miliar.
 
Jumlah tersebut, katanya, sangat realistis mengingat sejumlah APM banyak menghadirkan produk-produk baru. Sejumlah ATPM yang ambil bagian di POS 2012 ini diantaranya, Chevrolet, Honda, Hyundai, KIA, Mazda, Mercedes-Benz, Mitsubishi, Nissan, Subaru, Suzuki, Toyota, FUSO, Hino, Isuzu dan MAN. Selain itu ada juga Ducati yang ikut ambil bagian di ajang ini.

(Azwar Ferdian)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement