WASHINGTON - Membandingkan gen Ulindi dan bonobo lainnya dengan simpanse dari wilayah yang berbeda di Afrika, Pruefer dan timnya menemukan bahwa bonobo memiliki jumlah DNA yang serupa dengan semua hewan primata. Ini menandakan bahwa split atau pemecahan antara simpanse dan bonobo itu berlangsung cepat dan lengkap.
Dilansir LAtimes Science, Kamis (14/6/2012), ilmuwan mengatakan, breeding (pembiakan) antara manusia purba dan Neanderthal (subspesies manusia, "homo sapiens eanderthalensis") misalnya, merupakan bukti dalam DNA orang yang hidup hari ini. Perpecahan (DNA) itu kemungkinan dihasilkan dari pembentukan Congo River yang membagi wilayah leluhur spesies.
Dalam laporannya, peneliti mengungkapkan bahwa DNA nenek moyang manusia telah terpisah dari bonobo dan simpanse sekira 4,5 juta tahun lalu. Memeriksa DNA Ulindi bersama gen manusia, tim menghitung bahwa sekira 3 persen dari gen manusia memiliki hubungan lebih erat dengan bonobo atau simpanse ketimbang hewan lainnya.
Hal tersebut diklaim peneliti sebagai sesuatu yang mengejutkan, pasalnya, kata Pruefer, karena studi sebelumnya tentang gen bonobo itu menyarankan bahwa hanya sekira satu persen DNA manusia yang serupa dengan DNA kera.
Namun untuk saat ini, Pruefer mengatakan, masih belum jelas apa perbedaan genetik antara manusia, simpanse dan bonobo terkait dengan hubungannya dengan sifat manusia. "Gen adalah sumber daya untuk studi lebih lanjut. Anda harus beranjak dan menguji gen," pungkasnya.
Ilmuwan dalam waktu dekat kabarnya akan segera memulai pengujian gen tersebut.
(Fetra Hariandja)