Advertisement
Advertisement

Praktisi IT: Teknologi Sulit Bongkar Video Mesum

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Senin, 04 Juni 2012 |12:24 WIB
Praktisi IT: Teknologi Sulit Bongkar Video Mesum
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Hal yang perlu diperhatikan untuk segera menuntaskan kasus skandal video mesum yang diduga melibatkan anggota DPR RI berinisial KMN, harus dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan. Selain itu juga menyelidiki mulai dari siapa dalang pembuat atau perekam video serta yang menyebarluaskan video mesum tersebut.

Mengenai kasus yang sempat menjadi buah bibir ini, Praktisi Information Technology (IT), Innovator dan Experts Teknologi Komputer, Michael S. Sunggiardi, mengatakan bahwa harus diusut mulai dari siapa otak dibalik skandal itu, misalnya langsung menginterogasi pihak yang terduga. Mengingat beberapa pakar IT yang ditunjuk memiliki pandangan yang berbeda-beda ketika menganalisis video mesum tersebut.

Kemajuan teknologi saat ini juga bisa saja membuat seolah-olah video itu rekayasa, padahal asli dan kemungkinan-kemungkinan lainnya yang bisa disulap oleh teknologi tersebut. "Susah untuk di-adjusment, teknologi sekarang sudah tinggi. Perlu diteliti dari yang menyebarkan, bukan mengobok-obok videonya," tutur Sunggiardi melalui percakapan telefon kepada Okezone, Senin (4/6/2012).

Ketika ditanya mengenai mengapa video syur seperti itu bisa beredar, Sunggiardi mengatakan, kemungkinan video itu bisa saja tersebar untuk mencoreng nama baik seseorang. Selain itu, video itu juga bisa digunakan oleh oknum untuk sengaja menjatuhkan seseorang.

Tidak hanya itu, kemungkinan bila perangkat ponsel itu di-service, kemudian ada pelaku-pelaku nakal yang mencoba memanfaatkan ketika menemukan video itu. Kemudian, menyebarluaskannya melalui internet atau bisa juga kedua sejoli yang ada di video itu sedang bertengkar, lalu membuka aib yang pernah dilakukannya.

(Fetra Hariandja)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement