Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2013 Semua KRL ber-AC

Dwi Afrilianti (Okezone) , Jurnalis-Selasa, 22 November 2011 |17:00 WIB
2013 Semua KRL ber-AC
A
A
A

Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia berkomitmen pada 2013 atau 2014 mendatang, seluruh Kereta Rel Listrik (KRL) ekonomi atau non AC dihapuskan.

"Kereta ekonomi usianya cukup tua, ada yang sampai 40 tahun, kita tidak bisa mengharapkan dia selamanya bekerja," ujar Kepala PT KAI Daerah Operasional I Jabodetabek Purnomo Radiq kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11/2011).

Dengan penghapusan ini, otomatis yang diberlakukan hanya single class atau kereta ber-AC, seperti konsep kereta Commuter Line sesungguhnya. Wakil Direktur Utama PT KAI Pusat, Darmawan Daud menambahkan, langkah penghapusan KRL ekonomi dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Jangan dilihat dari kita mau menghapus kereta ekonomi, kita upayakan semua kereta menggunakan AC, kalau tidak memakai AC kurang manusiawi. Sebaiknya ke depan pakai AC supaya penumpang nyaman," paparnya.

Soal tarif, kata Darmawan, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan pemerintah. "Mengenai tarif nanti berpulang pada subsidi dari pemerintah, agar semua KRL pakai AC," tandasnya.

Sekadar diketahui, pemberlakuan sistem operasi tunggal merupakan bagian dari rencana jangka panjang PT KAI untuk mencapai target yang ditetapkan pemerintah yakni mengangkut 1,2 juta penumpang per hari. Target tersebut diharapkan bisa dicapai tahun 2019 mendatang.

Saat ini daya angkut baru sekira 400-500 ribu penumpang per hari. Pemberlakuan single operation ini baru tahapan awal untuk sistem commuter yang sebenarnya utuk mengoptimalkan tingkat pelayanan Kereta Api kepada masyarakat.

Sementara itu Yayat, seorang karyawan di bilangan Kebon Sirih Jakarta Pusat, yang biasa menggunakan jasa KRL untuk berangkat dan pulang kerja, tidak mempersoalkan penghapusan KRL ekonomi. "Kalau semunya ber-AC, yah bagus. Tapi tarifnya juga jangan memberatkan. KRL ekonomi yang beroperasi saat ini memang sangat tidak manusiawi," terangnya.

Menurut dia, pemandangan penumpang KRL ekonomi miris, berjubel di dalam gerbong yang pengap. Tak cuma itu, penumpang juga meluber ke sisi kanan-kiri, hingga ke atap gerbong. Kondisi itu terjadi pada jam-jam sibuk, pagi hari saat masuk kantor dan menjelang sore hari ketika pulang kantor.

"Banyak penumpang yang naik KRL ekonomi karena tarifnya murah, meski mengabaikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan," imbuh Yayat yang tinggal di Depok ini.

Lebih lanjut dia mengutarakan, penghapusan KRL ekonomi juga diharapkan dibarengi dengan perbaikan pelayanan, seperti jadwal tepat waktu, tidak sering mogok atau gangguan sinyal yang selama ini sering terjadi.

"Tapi yang penting adalah tarifnya yang terjangkau. Umumnya pengguna KRL ekonomi ini adalah kelas menengah ke bawah. Jadi dalam penentuan tarifnya harus cermat mempertimbangkan daya beli masyarakat juga," papar karyawan swasta ini.

Rute diubah
Sementara itu, terhitung mulai Kamis 1 Desember 2011 mendatang, PT Kereta Api Indonesia akan memberlakukan perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). Perubahan Gapeka ini juga dipastikan memengaruhi pola operasi Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.

Kepala PT KAI Daerah Operasional I Jabodetabek, Purnomo Radiq mengatakan, rute perjalanan KRL akan berkurang dari 37 perjalanan menjadi enam rute perjalanan saja. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan jumlah penumpang yang diangkut. "Selain itu dari segi keselamatan lebih tinggi karena minim jumlah persimpangan kereta," katanya.
 
Meski rute perjalanan jauh lebih sedikit, Radiq menekankan bahwa jumlah perjalanan KRL akan meningkat, dari 467 perjalanan menjadi 531 perjalanan. Diharapkan, peningkatan penumpang mencapai 10 persen dari capaian sebelumnya.

Peningkatan jumlah perjalanan KRL, juga diikuti penambahan armada, yakni dari PT KCJ sebanyak 100 unit dan dari PT KAI 386 unit. Sehingga, total armada KRL yang mendukung perubahan rute menjadi 604 unit KRL. "Perlu kita lakukan pembenahan dan perencanaan, bagaimana menangani penumpang berjubel tapi tetap kita harus tingkatkan jumlahnya," terang Radiq.

Corporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek, Makmur Syaheran mengatakan, tidak ada perubahan tarif KRL karena perubahan rute ini. Hanya bagi penumpang yang melewati dua rute, misalnya dari Depok ke Serpong, maka dikenakan tarif untuk 2 relasi dengan tiket terusan.

Perubahan rute, jelasnya, akan diujicobakan mulai 1 Desember 2011 sampai dengan 4 Desember 2011. Spanduk sosialisasi saat ini telah terpasang dan jadwal lengkap 6 rute dengan 531 perjalanan akan diinformasikan dalam minggu ini.

Berikut 6 rute baru yang akan diterapkan per 1 Desember 2011:
1. Bogor/Depok-Manggarai-Jakarta Kota (PP)
2. Bogor/Depok-Tanah Abang-Pasar Senen-Jatinegara (PP)
3. Bekasi-Jatinegara-Manggarai-Jakarta Kota (PP)
4. Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang (PP)
5. Tangerang-Duri (PP)
6. Tanjung Priok-Jakarta Kota (PP).



(Dadan Muhammad Ramdan)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement