Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Orang Depresi Berisiko Mengidap Stroke

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Kamis, 22 September 2011 |10:29 WIB
Orang Depresi Berisiko Mengidap Stroke
Hasil CT Scan Otak memperlihatkan Stroke di Otak orang yang depresi (sumber : Google)
A
A
A

BOSTON - Para peneliti telah membuat meta-analisis baru yang mengungkapkan orang yang menderita depresi memiliki risiko yang tinggi untuk menderita stroke atau kehilangan nyawanya dibandingkan yang tidak.

Penelitian baru ini merupakan kesimpulan dari puluhan penelitian lain yang sudah dilakukan sebelumnya dengan mencari korelasi yang lebih luas antara sebab dan akibat tersebut. Penelitian ini dipimpin oleh An Pan, PhD yang berasal dari Harvard University School of Public Health, di Boston.

Tinjauan sistematis mereka meliputi hubungan potensial antara penderita depresi ringan, sedang dan berat dengan beberapa jenis stroke. Ada sekira 28 penelitian yang memenuhi syarat, serta sudah diterbitkan selama beberapa tahun terakhir dijadikan data meta-analisis oleh tim peneliti.

Data penelitian sebelumnya secara keseluruhan melibatkan 317.540 orang dengan 8.474 kasus stroke yang tercatat selama periode penanganan kembali dan penelitan terakhir berkisar selama 2 tahun, sedangkan ada juga yang penelitian lain yang dilakukan 29 tahun lalu.

Setelah para pakar dari Harvard mulai melakukan scanning untuk mendapatkan hubungan antara depresi dengan storke, mereka menyadari individu yang mengalami depresi memiliki potensi 45 persen lebih tinggi menderita stroke (baik yang menimbulkan kematian maupun yang tidak), bila dibandingkan dengan individu yang sehat mental. Demikian seperti dikutip Softpedia, Kamis (22/9/2011).

"Stroke adalah penyebab utama kematian dan cacat permanen, dengan kerugian ekonomi yang signifikan karena akan mengalami gangguan fungsional," tulis tim dalam sebuah makalah yang menyertai penelitian tersebut.

Sesuatu yang cukup menarik, ternyata depresi tidak mempengaruhi risiko pasien bisa mengidap stroke hemorragik( pecahnya pembuluh darah) sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di dalam otak dan merusaknya.

Gangguan mental memberikan kontribusi untuk peningkatan 55 persen risiko penderita tewas karena stroke fatal, serta risiko 25 persen lebih tinggi menderita stroke iskemik(penyumbatan pembuluh darah arteri yang menuju ke otak). Alasan mengapa stroke hemorragik tidak terpengaruh oleh depresi masih belum diketahui.

"Depresi merupakan suatu hal yang sering terjadi pada populasi umum dan diperkirakan ada sekira 5,8 persen pria dan 9,5 persen wanita akan mengalami depresi dalam periode 12 bulan. Sementara populasi umum yang menderita depresi seumur hidup telah diperkirakan ada lebih dari 16 persen," jelas tim.

Rincian investigasi baru ini telah diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) edisi 21 September. Menurut statistik, populasi umum di Amerika Serikat (AS) memiliki 106 kasus stroke dengan penderita hingga 100 ribu orang per tahun.

"Sebagai kesimpulan, meta-analisis ini memberikan bukti kuat bahwa depresi merupakan faktor risiko yang signifikan yang bisa menimbulkan stroke. Mengingat tingginya angka penderita depresi yang mengakibatkan stroke pada populasi umum, maka ini dapat dijadikan untuk meberitahukan akan pentingnya kesehatan masyarakat, "simpul tim.

(Susetyo Dwi Prihadi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement