CALIFORNIA - Belum usai masalah pengaturan data informasi anggota, Facebook kembali diterpa isu tak sedap. Situs yang didirikan Mark Zuckerberg tersebut diduga telah membagi-bagikan data pribadi pelanggan kepada para pengiklan.
Selain Facebook, situs yang dicurigai menjual data pribadi anggota adalah MySpace dan juga Digg. Bagi-bagi data pribadi tersebut tentunya tak diketahui oleh para anggota.
Arstechnica, Jumat (22/5/2010), melansir sejumlah data yang dibagikan kepada pengiklan antara lain, nama, userID dan informasi-informasi penting lainnya. Kasus ini sebenarnya telah dicurigai sejak lama setelah para peneliti dari Worcester Polytechnic Institute dan AT&T Labs mempertanyakan keamanan identitas para pengguna pada situs-situs tersebut pada Agustus 2009.
"Ketika Anda mengklik iklan yang ada di Facebook, sama saja anda memberitahukan identitas anda kepada iklan tersebut," kata Ben Edelman, seorang profesor dari Harvard Business School professor Ben Edelman.
Sementara itu, The Wall Street Journal yang telah mengonfirmasi kasus tersebut kepada sejumlah pengiklan menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan menyangkalnya. Banyak pengiklan yang menyatakan tak pernah menggunakan data-data pribadi anggota Facebook.
Sebelumnya, banyak analis yang memprediksi bila Facebook tak segera membenahi kebijakan privasi maka hampir 60 persen pengguna Facebook akan menutup akunnya.
Studi yang dilakukan perusahaan keamanan Sophos menemukan, 60 persen dari 1.588 responden, yang juga pengguna Facebook, menyatakan sedang mempertimbangkan menghapus akun di situs jaringan sosial itu. 16 persen responden lainnya mengatakan mereka sudah berhenti menggunakan Facebook karena merasa kurangnya pengendalian atas data mereka sendiri.
(Stefanus Yugo Hindarto)