BUKAN Jakarta namanya kalau tidak macet. Sepertinya pernyataan itu kian lekat dengan penghuni kota yang dipenuhi dengan 2 juta kendaraan bermotor tersebut, termasuk Asmirandah. Artis sinetron ini terkadang harus naik ojek ke lokasi syuting agar bisa tiba tepat waktu.
Mobil hanya digunakan Asmirandah sebagai alat transportasi untuk menunjang aktivitasnya sebagai artis, baik ke lokasi syuting maupun ke kampus. Ia juga sering membawa sejumlah barang di dalam mobil. Andah, panggilan akrab Asmirandah, menjuluki mobilnya sebagai kamar kedua. Namun Andah juga sering meninggalkan`kamar keduanya` itu di jalan dan naik ojek menuju lkasi syuting.
Pada umumnya mobil bagi sebagian artis adalah sebagai alat penunjuk status dan derajat. Semakin mewah mobil yang dimiliki, menunjukkan seorang selebritis terkenal. Tapi tidak demikian halnya dengan Andah. Mobil baginya hanya sebagai alat transportasi dan membawa alat-alat kebutuhannya sehari-hari.
Untuk menunjang aktivitasnya, cewek kelahiran Jakarta 5 Oktober 1989 ini, membeli Nissan New serena Highway Star warna hitam 2000 CC dengan mesin matic. Mobil itu ia beli pada 2007 lalu dari hasil pekerjaannya membintangi tiga sinetron yaitu Maaf.Aisyah, dan Dewa. "Aku tidak mau menyebutkan berapa harganya. Karena menurutku itu tidak penting. Lagipula yang beli Mama. Aku kurang begitu paham soal mobil ini," ujar bintang sinetron Inikah Rasanya dan Cinta SMU 2 ini.
Sekedar informasi harga Nissan New Serena itu sekria Rp290 jutaan. Sebelum membeli Serena, Andah pernah memakai Honda New City manual silver metalik. Mobil itu ia beli di pada 2006. Yang menarik dari Honda City-nya adalah nomor polisi yang disesuaikan dengaan tanggal kelahiran Asmirandah. Mobil itu dibelikan oleh Sani Suliwati, Sang Ibu, tepat di hari ulang tahunnya. "Kaget dapat hadih kejutan dari Mama. Bangga karena Nopolnya sesuai dengan tanggal dan bulanku," ujarnya.
Di garasi rumah Andah di daerah  Depok, Jawa Barat, sekarang tersimpan dua mobil dan sebuah motor bebek Honda. "Aku pake mobilnya bergantian dengan mama. Kadang mama nganterin adik ke sekolah pake Serena. Dan Aku pake Honda City ke kampus," imbuhnya. Suzuki Escudo 1997 warna hitam dan Hyundai Atoz 2005 juga pernah dimiliki Andah. Tetapi mobil itu sekarang sudah dijual.
Seputar pengalamannya menunggangi mobil, Andah teringat saat pertama kali diajak naik mobil bersama kedua orang tuanya. Waktu itu mobil yang pertama dimiliki adalah VW kodok 1974 milik ayahnya, Tarmidji. "Tidak ada cerita menarik. Aku waktu itu masih berusia 1 tahun jadi belum tahu apa-apa," kenangnya.
Gadis yang sudah memiliki SIM A dan C ini meletakkan keperluan syuting seperti sepatu dan baju bersih di bagasi mobil. Sementara fotocopy bahan kuliah, buku Harry Potter dan koleksi CD ia letakkan di jok depan. Bantal dan selimut ia taruh di kabin tengah. "Bawa selimut biar tidur malam tidak kedinginan," ceplosnya.
Jika macet atau bete di lokasi syuting, cewek yang mengaku belum pernah memodifikasi mobilnya ini.
Tidak ada pengalaman menarik dengan kendaraany yang pernah ditungganginya. Hanya saja, ia pernah kesal saat mendapati mobilnya dalam kondisi lecet. Saat itu mobilnya dipinjam sebentar oleh ayahnya untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari di Hypermarket Jakarta. Setelah dikembalikan, Andah melihat ada goresan di catnya. "Aku tidak tahu tepatnya dibawa ke mana oleh Papa. Kayaknya sih keserempet mobil lain," ujarnya.
Cewek yang sangat disiplin terhadap waktu ini juga sering naik ojek ke lokasi syuting jika ia terjebak macet. Mobilnya ia serahkan pada sopirnya, sementara Andah turun dan langsung memanggil tukang ojek. Ia pun meluncur bersama tukang ojek menuju lokasi syuting. "Aku orangnya bukan penggila mobil. Sebelumnya juga biasa naik angkot, bus, bajaj," ceritanya singkat.
(Dian AF)
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari