Untuk dapur pacunya, Seagull baru ditenagai motor listrik yang menghasilkan tenaga 85 kW (114 hp) atau 95 kW (127 hp), dengan torsi sebesar 130 N·m untuk kedua pilihan tersebut. Kendaraan ini menggunakan Blade Battery generasi kedua dari BYD, yang tersedia dalam kapasitas 30,1 kWh dan 39,2 kWh, dengan jarak tempuh menurut standar CLTC masing-masing sejauh 320 km dan 420 km. Konsumsi energinya tercatat sebesar 9,0 kWh/100 km.
Tiga varian teratas yang menggunakan baterai lebih besar, yaitu 39,2 kWh, menawarkan dukungan flash charging (pengisian daya cepat). Menurut BYD, fitur ini memungkinkan pengisian daya baterai dari 10% hingga 70% hanya dalam waktu 5 menit.
Diketahui, BYD Seagull mencatatkan penjualan global sebanyak 266.000 unit dalam sembilan bulan pertama tahun 2026 (Januari–September). Jumlah itu turun 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan yang jauh lebih tajam terjadi di China, Penjualan Seagull anjlok 66% menjadi 83.600 unit.
Salah satu penyebab utamanya adalah kehadiran Geely EX2 (Xingyuan), sebuah hatchback kecil yang saat ini menjadi mobil terlaris di China. Dari Januari hingga September, model ini terjual sebanyak 310.000 unit, melampaui mobil terlaris kedua di China, Tesla Model Y, yang mencatatkan penjualan 277.000 unit.
(Erha Aprili Ramadhoni)