Paruh pertama tahun 2026 menandai dimulainya penyesuaian ulang yang didorong oleh faktor pasokan dalam industri ponsel pintar. Kenaikan biaya memori, penyimpanan, dan prosesor aplikasi yang terus-menerus secara mendasar mengubah prioritas vendor, mengalihkan fokus industri dari upaya memaksimalkan volume pengiriman ke upaya menjaga margin dan harga jual rata-rata (ASP).
Para vendor beradaptasi dengan cepat melalui langkah-langkah seperti membebankan sebagian kenaikan biaya komponen kepada konsumen secara selektif, menerapkan disiplin yang lebih ketat pada portofolio segmen entry-level, serta mempercepat peralihan ke ponsel pintar kelas menengah dan premium; langkah-langkah ini membantu pendapatan industri tetap relatif stabil.
Gangguan di tingkat regional juga turut berkontribusi pada melemahnya kinerja pasar. Di Timur Tengah, pengiriman ponsel pintar turun 18% secara tahunan (year-on-year) akibat meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok, aktivitas ritel, dan permintaan konsumen. Namun, berbeda dengan tekanan biaya yang terus berlanjut, Omdia memperkirakan gangguan regional ini bersifat sementara, dengan kondisi pasar yang secara bertahap akan kembali stabil pada paruh kedua tahun 2026.
Yang tak kalah penting, harga yang lebih tinggi tidak hanya membebani permintaan dalam jangka pendek, tetapi juga telah mengubah ekspektasi harga konsumen. Seiring konsumen mulai terbiasa dengan harga ponsel pintar yang lebih tinggi, para vendor memiliki peluang lebih besar untuk menetapkan struktur harga yang secara fundamental lebih tinggi, yang pada gilirannya mendukung peningkatan ASP (harga jual rata-rata) dalam jangka panjang—melampaui siklus biaya memori saat ini. Hal ini menandai penyesuaian harga secara struktural di pasar ponsel pintar, di mana profitabilitas semakin diutamakan dibandingkan peningkatan volume penjualan.