JAKARTA - Setelah pertama kali diumumkan pada Oktober tahun lalu, Honor Robot Phone akhirnya resmi dirilis di China dengan spesifikasi dan fitur kamera yang mengesankan serta teknologi gimbal "robot" unik yang pertama kalinya terlihat pada sebuah ponsel.
Dilansir GSMArena, Robot Phone adalah ponsel flagship Android yang dilengkapi dengan kamera gimbal di bagian belakangnya, yang memerlukan lebih dari 60 proses manufaktur serta memadukan lebih dari 100 komponen presisi dalam pembuatannya.
Robot Phone ini didukung oleh lebih dari 100 paten dan dilengkapi dengan sistem gimbal titanium terkecil di industri. Honor mengklaim sistem ini 65% lebih kecil dibandingkan gimbal konvensional, seperti yang ditemukan pada seri DJI Osmo Pocket, misalnya. Bahkan, Honor mengunggulkan Robot Phone ini sebagai perangkat dengan sistem gimbal 4D terkecil di industri.
Perangkat ini menggunakan motor gimbal titanium ultra-ringan seberat 2,6 gram dengan ketebalan hanya 6 mm, sementara keseluruhan sistemnya muat di dalam bodi ponsel yang memiliki ketebalan 9,6 mm. Namun, bobot ponsel ini sedikit lebih berat dari perkiraan, yakni 248 gram.
Gimbal ini dilengkapi sensor kamera 1/1,28 inci dengan resolusi 200MP dan aperture f/1,6. Perangkat ini mendukung perekaman video hingga resolusi 4K, serta dipadukan dengan chip pencitraan H1 milik Honor; Anda juga dapat menggunakan perintah suara untuk mengatur pengambilan gambar, seperti memerintahkan gimbal untuk berputar atau fokus pada titik tertentu. Selain itu, perangkat ini memanfaatkan teknologi pelacakan subjek berbasis AI yang mencakup fitur auto-framing dan pelacakan secara real-time saat melakukan vlogging, siaran langsung (livestreaming), maupun panggilan video.
Namun, gimbal pada Robot Phone ini tidak hanya berfungsi untuk merekam vlog. Perangkat ini juga berperan sebagai semacam robot pendamping yang dihidupkan oleh asisten AI Yoyo dari Honor. Robot ini mampu mengamati serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan menjalankan tugas secara mandiri. Honor juga menyematkan lebih dari 100 ekspresi wajah—seperti mengangguk dan mengintip—bahkan kemampuan untuk menari mengikuti musik.