JAKARTA - Para ilmuwan telah menemukan apa yang diyakini sebagai kuburan paus terbesar di dunia di lepas pantai Australia, dengan jasad-jasad yang berasal dari jutaan tahun yang lalu, menurut sebuah studi baru.
Dilansir Anadolu, kuburan paus yang luas ini ditemukan di Zona Diamantina pada kedalaman 4.616 hingga 7.001 meter, membentang sekitar 1.200 kilometer di dasar laut Samudra Hindia bagian tenggara, menurut penelitian yang diterbitkan pada Rabu (10/6/2026) di jurnal Nature.
Para peneliti mengidentifikasi akumulasi sisa-sisa paus yang luas, termasuk lima komunitas bangkai paus modern—ekosistem laut dalam yang terbentuk di sekitar bangkai paus—dan 476 fosil cetacea.
Catatan fosil di daerah tersebut mencakup paus berparuh penyelam dalam yang masih hidup dan yang telah punah.
Bangkai-bangkai tersebut berasal dari sekitar 5,3 juta tahun yang lalu, berdasarkan penanggalan yang dihitung dari isotop atom, kata studi tersebut.
Para peneliti mengatakan bahwa studi di zona tersebut menawarkan wawasan tentang asal-usul, paleoekologi, dan dinamika populasi paus berparuh dari era Pliosen hingga saat ini.
(Rahman Asmardika)