Pengguna Ramai-Ramai Tinggalkan Google dan Beralih ke DuckDuckGo Tanpa AI, Ini Penyebabnya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 02 Juni 2026 16:50 WIB
DuckDuckGo no AI diluncurkan bagi pengguna yang tidak menginginkan bantuan AI pada mesin pencari mereka.
Share :

JAKARTA - Mesin pencari (search engine) alternatif DuckDuckGo memanfaatkan sentimen anti-AI dengan meluncurkan ekstensi peramban (browser) baru yang memungkinkan pengguna untuk mengatur pengalaman pencarian tanpa AI (no AI), noai.duckduckgo.com, sebagai mesin pencari baku (default) mereka.

Setelah diaktifkan, pengguna akan diarahkan ke halaman pencarian bebas AI milik perusahaan DuckDuckGo, di mana mesin pencari tersebut tidak akan memberikan jawaban yang dibantu AI, tidak ada ajakan obrolan, dan lebih sedikit gambar AI dalam hasil pencarian, demikian klaim perusahaan tersebut.

Ekstensi ini saat ini tersedia untuk pengguna Chrome dan Firefox. Sementara itu, orang-orang yang telah beralih ke peramban web DuckDuckGo sudah memiliki pengaturan AI mereka yang tersimpan, bahkan jika mereka menghapus riwayat peramban mereka.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa ekstensi ini dimaksudkan untuk membantu orang mendapatkan pengalaman pencarian yang konsisten dan bebas AI, yang semakin sulit didapatkan saat ini, terutama setelah Google mengumumkan perombakan mesin pencarinya yang mengutamakan AI pada konferensi pengembangnya awal Mei lalu.

Sejak saat itu, trafik ke DuckDuckGo mengalami peningkatan pesat. Minggu lalu, perusahaan tersebut mencatat bahwa kunjungan web ke halaman pencarian tanpa AI-nya meningkat hampir 30% dari minggu ke minggu, dan instalasi aplikasinya di AS juga meningkat 18,1% dari minggu ke minggu, dengan instalasi aplikasi iOS di Amerika Serikat (AS) mencapai puncaknya pada pertumbuhan 69,9% dari minggu ke minggu, menurut TechCrunch.

Tren tersebut muncul setelah berita bahwa Google sedang merombak kotak pencariannya dalam perubahan terbesar pada mesin pencarinya dalam lebih dari 25 tahun. Sekarang, alih-alih menampilkan tautan di bagian atas halaman, Google akan lebih memilih mengarahkan pengguna ke ringkasan pencarian yang dihasilkan AI, yang semakin interaktif dan mampu membuat visualisasi, bagan, grafik, atau bahkan aplikasi mini, sesuai kebutuhan. Pertanyaan lanjutan dari Ringkasan AI akan mengarahkan pengguna ke pengalaman obrolan Mode AI. "10 tautan biru" tradisional yang menjadi ciri khas Google di masa-masa awalnya kini lebih seperti tambahan, muncul di bawah semua produktivitas yang didukung AI ini.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya