Analis mengatakan kerangka kerja baru dapat menciptakan dua efek yang berbeda, yakni lonjakan penjualan jangka pendek karena pembeli bergegas untuk mengalahkan tenggat waktu, diikuti potensi perlambatan pada awal 2026 setelah manfaat yang berkurang berlaku. Dengan penetrasi EV yang sudah melebihi 45 persen dari penjualan mobil baru, pertumbuhan lebih lanjut mungkin lebih bergantung pada teknologi dan inovasi model dibandingkan insentif pajak.
Sejak 2014, pembebasan pajak pembelian penuh telah memicu adopsi EV yang cepat di China. Kebijakan pajak yang akan datang dikurangi setengahnya menandai fase baru, yang ditujukan untuk keberlanjutan, kualitas, dan mengurangi ketergantungan pada subsidi di pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.
(Erha Aprili Ramadhoni)