Saat ini, Evo hanya tahu tentang virus yang tidak membahayakan manusia, tetapi secara teori, teknologi yang mendasari AI ini bisa dilatih ulang untuk hal-hal yang lebih berbahaya. Evo bisa diibaratkan sebuah generator resep yang saat ini hanya tahu cara membuat kue, tetapi bisa belajar membuat dinamit jika seseorang memberinya buku resep yang salah.
AI belum bisa menciptakan sel sintetis utuh; sel sintetis membutuhkan jutaan huruf genetik, bukan ribuan huruf genetik yang ada pada virus sederhana ini. Namun, perusahaan seperti Ginkgo Bioworks sudah mengembangkan sistem otomatis penuh yang dapat beralih dari desain AI menjadi organisme hidup tanpa campur tangan manusia dalam prosesnya.
(Rahman Asmardika)