Namun, berkat tingginya permintaan terhadap kendaraan hybrid di pasar Amerika Serikat, Toyota terus mencetak rekor penjualan meskipun menghadapi kesulitan saat ini. Terutama dalam menghadapi peralihan industri ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan, Toyota berfokus pada segmen hybrid. Meskipun demikian, persaingan harga yang semakin ketat di China mengakibatkan penurunan penjualan Toyota di negara itu hingga 6,9%.
Mobil hybrid berbahan bakar bensin-listrik (BEV) terus meningkat pesat, mencapai 40,8% dari total penjualan Toyota (tanpa Daihatsu dan Hino). Mobil listrik berbasis baterai (BEV) masih memiliki pangsa pasar yang relatif kecil, hanya 1,4% dari total penjualan Toyota. Hal ini menunjukkan bahwa Toyota terus bergantung pada teknologi hybrid sebagai strategi utama dalam transisi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan, meskipun tren elektrifikasi semakin berkembang.
(Rahman Asmardika)