2. Buka tutup reservoir minyak rem
Selanjutnya, buka bagian tutup reservoir minyak rem. Posisi komponen ini biasanya berada di sekitar mesin, tepatnya di dekat master silinder rem dan komponen ini memiliki warna yang terang. Sebelum membuka tutup reservoir tersebut, pastikan membersihkan area sekitar agar kotoran dan debu tidak mengontaminasi sistem ketika tutup reservoir dibuka.
3. Periksa level minyak rem
Langkah selanjutnya, perhatikan indikator level minyak rem yang bisa dilihat di samping reservoir. Seharusnya minyak rem berada di tengah-tengah indikator maksimum dan minimum minyak rem. Apabila level minyak rem berada di bawah indikator minimum, berarti minyak rem harus ditambah. Pastikan minyak rem yang ditambahkan memiliki kualitas terbaik dan sesuai dengan spesifikasi pabrikan mobil agar nantinya kinerja sistem rem optimal.
4. Periksa kondisi minyak rem
Selain itu, periksa kondisi minyak rem. Seperti diketahui, minyak rem yang dijual di pasaran biasanya memiliki warna bening, kekuningan, dan berwarna merah. Apabila warna minyak rem tersebut berubah menjadi keruh maka pemilik mobil wajib melakukan proses penggantian minyak rem. Sebab perubahan warna tersebut menandakan bahwa minyak rem sudah terkontaminasi dengan kotoran dan debu. Untuk mengetahui apakah kondisi minyak rem perlu diganti, bisa menggunakan alat bernama brake fluid tester untuk mengetahui kadar air dalam minyak rem.