JAKARTA - Produsen otomotif asal Jepang, Nissan, menyatakan menghentikan semua investasi terkait pengembangan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). Nissan akan fokus beralih ke mobil listrik.
Melansir Arena EV, Kamis (6/6/2024), ini merupakan perubahan signifikan dalam strategi Nissan, seiring dengan semakin banyaknya produsen mobil yang sepenuhnya merangkul elektrifikasi.
Nissan tak menyangkal kendaraan listrik merupakan masa depan. Namun, transisi dari mesin bensin ke listrik tidak akan terjadi secara instan.
Wakil Presiden Senior dan Chief Planning Officer untuk wilayah AMIEO Nissan, Francois Bailly, dalam wawancara dengan Australia Drive mengatakan, mesin pembakaran yang ada akan terus menggerakkan kendaraan, meskipun dalam bentuk hybrid melalui sistem e-Power. Pendekatan ini memungkinkan Nissan untuk memanfaatkan teknologi yang ada sambil secara bertahap menghentikan penggunaan mesin pembakaran internal tradisional.
Penggemar model performa ikonik Nissan tidak perlu khawatir. Itu karena diperkenalkannya Ariya Nismo baru-baru ini menunjukkan kemampuan Nissan mengadaptasi warisan performanya ke era elektrifikasi.
Meski nasib GT-R generasi berikutnya mungkin masih diselimuti misteri, komentar Bailly menunjukkan opsi hybrid dan all-electric sedang dipertimbangkan. Jika mobil konsep Nissan Hyper Force menjadi pilihan, GT-R listrik sekali lagi akan menggemparkan dunia hypercar
Keputusan Nissan yang hanya fokus pada elektrifikasi itu bertolak belakang dengan pendekatan yang dilakukan produsen mobil Jepang lainnya. Diketahui, Toyota, Subaru, dan Mazda telah memilih berkolaborasi dalam pengembangan mesin pembakaran netral karbon baru yang menggunakan bahan bakar alternatif seperti biofuel, hidrogen, dan bahan bakar sintetis.