Yudi Djadja juga menerangkan kelas yang dipertandingkan adalah Bracket (16, 15, 14, 13, 12, 11, 10 dan 09), Type Twin Cam (Sporster Non S, Softail, Dyna, Touring), Type Milwaukee 8 (Sportster S, Cruiser, dan Touring), serta Free For All (FFA) untuk semua tipe Harley Davidson dan FAST (Free All Self Throttle) untuk semua tipe.
“Jadi ada diatas 750 starter untuk kompetisi drag race dan 100 starter untuk kompetisi ketangkasan dan ketrampilan rodeo yang tersebar ke berbagai kelas. Untuk para peserta sendiri berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta ada para pembalap wanita sebagai bagian dari implementasi Lady of Harley”
Yudi Djadja juga mengatakan bahwa lomba ini hanya bisa di ikuti jika memenuhi segala aspek persyaratan dan aturan yang ketat, ia juga mengatakan bahwa manajemen safety dan pengetahuan berkendara harus baik.
“Demi memastikan kelancaran dan keselamatan lomba, semua peserta diwajibkan mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh pelaksana HI-DRONE seri ke-2 yaitu melakukan scrutineering atau tahap pemeriksaan menyeluruh, setiap peserta juga wajib memiliki KIS (Kartu Izin Start) yang dikeluarkan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) termasuk penggunaan safety gear” Jelas Yudi.
Pada kesempatan yang sama, Ristiawan sebagai Vice Director HOGERS Indonesia dan merangkap sebagai Ketua Organizing Committee mengatakan bahwa gelaran HI-DRONE seri ke-2 menjadi ladang rezeki dari berbagai industri UMKM yang ada, HOGERS Indonesia juga turut mengundang para pelaku UMKM kuliner yang tergabung dalam komunitas BARBAZAR.
“Kami HOGERS Indonesia turut senang dapat membantu pertumbuhan ekonomi dari berbagai industri UMKM yang terlibat, kami turut mengajak para pelaku UMKM kuliner yang tergabung dalam komunitas BARBAZAR untuk berpartisipasi membuka stand usaha mereka di event ini”