Yang juga menarik adalah superkomputer tersebut menggunakan daya sekira 1.727 MW saat dirakit sepenuhnya. Artinya, jika Anda ingin menyalakannya dan menjalankan simulasi yang rumit, kebutuhan dayanya bisa menghabiskan biaya lebih dari USD4.000 (sekira Rp65 juta) per hari, bergantung pada tarif listrik.
Tampaknya pemenang lelang ini tidak akan menjalankan kembali superkomputer Cheyenne dan lebih memilih mematikannya secara permanen. Selain hilangnya kabel Ethernet dan optik yang diperlukan, ada masalah yang tampaknya belum terselesaikan yaitu bocornya komponen pendingin cair sambungan cepat.
Penawaran dijadwalkan berakhir pada 3 Mei 2024 dan mencapai USD28.085 pada saat berita ini diturunkan. Namun, tawaran saat ini menyatakan "cadangan tidak terpenuhi", artinya ada nilai minimum yang diperlukan sebelum tawaran benar-benar diterima.
Berapa jumlah cadangan tersebut tidak diketahui, namun hampir pasti jumlahnya jauh di atas tawaran saat ini.
(Rahman Asmardika)