Disampaikan juga bahwa produsen mobil yang berbasis di Uni Eropa dapat mengalami kerugian jika impor mobil listrik China terus tumbuh. Dikhawatirkan kerugian ini mungkin sulit untuk diperbaiki apabila kondisinya tak berubah.
Kamar Dagang China untuk Uni Eropa menyakan tidak senang dengan kabar tersebut seperti dilaporkan Auto News. Dikatakan mereka kecewa dengan langkah tersebut dan yakin kenaikan impor hanya mencerminkan meningkatnya permintaan kendaraan listrik di Eropa.
Investigasi ini bertujuan untuk melihat apakah mobil listrik buatan China mendapat subsidi negara dalam menetapkan harga di Eropa, dibandingkan dengan merek Eropa yang tidak menerima subsidi dari negara.
Produsen mobil listrik, seperti BYD, Geely, dan SAIC, semuanya menjadi sorotan dan pada Januari lalu. Penyelidik mengunjungi fasilitas merek-merek tersebut untuk memverifikasi jawaban yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut dalam kuesioner dari Komisi Eropa.
Kementerian Perdagangan China mengkritik penyelidikan tersebut, dengan menyebutnya sebagai tindakan proteksionis yang akan sangat mengganggu dan mendistorsi industri otomotif global dan rantai pasokan.
(Rahman Asmardika)