3. Velg Roda
Ada dua jenis velg sepeda motor, yaitu jari-jari (Spoke Wheel) dan bintang (Cast Wheel). Kedua jenis velg ini dirancang dengan konstruksi dan desain yang berbeda.
Velg jari-jari yang menggunakan material besi dapat meningkatkan resiko akan timbulnya karat. Berbeda dengan velg jenis bintang yang lebih mudah dibersihkan dan tahan terhadap karat karena adanya lapisan cat yang melindungi permukaan velg.
4. Rangka Motor
Sebagian besar rangka kendaraan terbuat dari besi sehingga rawan terkena karat. Karat pada rangka biasanya terjadi pada bagian dari rangka yang susah dijangkau atau terlihat, terutama pada celah-celah sempit sambungan antar rangka.
Kotoran seperti lumpur atau sisa air hujan yang sulit dibersihkan karena ruang yang sempit akan menyebabkan timbulnya karat akibat endapan kotoran tersebut. Korosi akan terjadi pada rangka sehingga rangka menjadi rentan keropos ataupun patah.
5. Swingarm
Ini merupakan bagian dari motor yang berfungsi untuk menopang bodi kendaraan. Berada di bagian bawah kendaraan dan memiliki material besi, resiko swingarm terkena cipratan air hujan dan lumpur cukup tinggi. Kondisi yang terjadi secara terus menerus dapat menimbulkan karat.
Untuk mengatasi karat, sepeda motor harus rutin dicuci, terutama setelah terkena cipratan air hujan atau lumpur. Selain itu, karat bisa dicegah dengan cara menyemprotkan zat anti karat pada celah-celah bagian kendaraan yang terbuat dari besi, seperti rantai atau velg motor.
“Untuk menghindari karat, memang tidak ada jalan lain selain sering membersihkan motor Namun, jika sudah ada tanda-tanda motor mulai berkarat, ada baiknya segera minta tenaga ahli untuk menanganinya,” tulis Wahana Honda.
(Saliki Dwi Saputra )