Ilmuwan Beberkan Sejumlah Bahaya dari Satelit Starlink Milik Elon Musk, Apa Saja?

Redaksi, Jurnalis
Jum'at 29 September 2023 14:20 WIB
Peta penyebaran satelit Starlink (Foto: X)
Share :

Benda buatan manusia yang tersangkut di orbit Bumi, seperti sepotong satelit yang sudah tidak berfungsi atau sepotong kecil cat roket, disebut sebagai sampah antariksa, atau dikenal juga dengan puing-puing antariksa.

Kecepatan rata-rata objek di orbit Bumi sekitar 15.000 mil per jam, hal ini memungkinkan adanya benda kecil bertabrakan dengan satelit atau pesawat ruang angkasa yang menyebabkan kerusakan dan menjadi sampah antariksa.

Untuk menghindari puing-puing luar angkasa, Stasiun Luar Angkasa Internasional sering melakukan penerbangan manuver. Namun, seiring dengan terbukanya industri ruang angkasa global bagi para pengusaha miliarder seperti Elon Musk, Blue Origin milik Jeff Bezos, dan Virgin Galactic milik Richard Branson, aktivitas di orbit Bumi pun melonjak.

Peningkatan aktivitas disertai dengan peningkatan puing-puing. Para ilmuwan khawatir tentang bagaimana langit malam akan berubah selain meningkatnya jumlah satelit di orbit. Namun, mereka juga khawatir akan terjadinya tabrakan yang sangat dahsyat, seperti yang dikemukakan oleh ilmuwan NASA, Donald Kessler, pada tahun 1978.

Dia berpikir bahwa jika ada terlalu banyak puing-puing antariksa di orbit, hal itu dapat memicu serangkaian kejadian yang tidak menguntungkan. Dalam hal ini, orbit Bumi menjadi tidak berguna karena semakin banyak objek yang bertabrakan dan menghasilkan lebih banyak sampah antariksa. (Taja Aurora Bianca)

(Saliki Dwi Saputra )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya