JAKARTA – Belum lama ini warganet kembali dihebohkan oleh video seseorang yang sedang mengukir ban bekas.
Dalam video tersebut, terdapat tulisan “Pelanggan tidak tau, kalau ban yang di tinggalkan masih bisa di ukir dan jadi cuan,” Dikutip dari Instagram @innovacommunity, Selasa (26/9/2023).
Dalam video tersebut terlihat seorang pria sedang mengukir ban dan akan dijual kembali.
Perlu Anda ketahui aksi itu dikenal dengan ban ukir ulang atau kerap juga disebut vulkanisir, padahal keduanya memiliki perbedaan, yang cukup mendasar.
Apakah ban ukir ulang dan vulkanisir merupakan hal yang sama?
Ban vulkanisir dan ban ukir ulang merupakan dua hal yang berbeda. Ban vulkanisir sendiri dibuat dengan mengambil ban bekas yang masih memiliki casing yang bagus, kemudian menghapus bagian luar ban yang sudah aus.
Setelah itu ban tersebut akan dilapisi kembali dengan campuran karet baru menggunakan panas tinggi, sehingga dapat menyatukan lapisan baru dengan ban yang lama.
Sedangkan ban ukir ulang terbuat dari ban bekas dengan casing yang masih bagus, kemudian lapisan luar ban yang sudah aus dihilangkan dan langsung membuat pola ban dengan cara mengukir ulang.
Maka perbedaan antara kedua ban tersebut ada dalam pengolahanya dimana ban vulkanisir mengambil ban bekas kemudian dilapisi kembali oleh campuran karet baru, sedangkan ban ukir ulang tidak ada komponen tambahan dan langsung dibuat pola.
BACA JUGA:
Apakah menggunakan ban vulkanisir dan ban ukiran berbahaya?
Melansir berbagai sumber, Senin (25/9/2023), penggunaan ban vulkanisir tidak berbahaya untuk kendaraan besar, namun cukup berbahaya untuk kendaraan roda dua. Hal ini dikarenakan lapisan pada ban kendaraan besar cenderung tebal, sedangkan kendaraan roda dua tipis.
Selain itu, pada mayoritas ban kendaraan besar juga terdapat tulisan regroovable yang artinya memang dapat di vulkanisir. Disisi lain, alasan mengapa ban vulkanisir tidak direkomendasikan untuk dipakai di kendaraan roda dua adalah karena usia ban yang divulkanisir biasanya sudah mendekati batas akhir pemakaian, sehingga kualitas casingnya sudah jelek.
Sementara itu, penggunaan ban ukiran jelas berbahaya bagi semua jenis kendaraan. Pasalnya, ban ukiran hanyalah ban bekas yang diukir kembali.
Hal tersebut membuat kualitas ban ukiran menjadi tipis dan tidak layak untuk dipakai dijalan. Ban yang tipis dapat membuat kendaraan tidak berjalan dengan sempurna dan mudah tergelincir.
Cara periksa ban ukiran atau vulkanisir
1. Tekan tekstur karet pada tapak ban
Jika terasa lembek dan lebih tipis dibanding ban yang normal, maka ban tersebut adalah ban ukiran.
2. Perhatikan bentuk pola pada ban
Jika pola nya sedikit berantakan atau tidak rapi, maka ban tersebut adalah ban ukiran. Karena ban original di pola oleh mesin sehingga memiliki pola yang rapi.
Sedangkan ban ukiran dipola oleh manusia sehingga terkadang tidak rapi.
3. Perhatikan karet pada bagian tapak ban dan dinding ban
Apabila terdapat perbedaan kualitas pada bagian tersebut, kemungkinan besar ban tersebut adalah ban vulkanisir
4. Perhatikan panjang karet sisa berukuran kecil
Apabila karet sisa terlihat pendek, maka kemungkinan ban tersebut adalah ban vulkanisir. Karena ban original memiliki karet sisa yang cukup panjang.
Alvitho Devano
(Imantoko Kurniadi)