Eropa menjadi pasar yang menarik bagi produsen kendaraan listrik asal Tiongkok karena regulasi ketat Uni Eropa terkait emisi. Negara-negara Eropa juga rencananya akan melarang penjualan kendaraan berbahan bakar fosil.
Namun, meningkatnya pangsa pasar mobil listrik asal China di Eropa membuat produsen asli Benua Biru itu terancam. Pasalnya, dengan kualitas dan teknologi yang hampir sama membuat konsumen beralih ke kendaraan listrik Tiongkok yang lebih murah.
Pekan lalu, Komisi Eropa mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan penyelidikan mengenai penetapan tarif untuk melawan harga kendaraan listrik Tiongkok yang “sangat rendah”. Putusan akan dijatuhkan dalam 13 bulan ke depan.
“Pasar global kini dibanjiri mobil listrik yang lebih murah. Dan harganya dijaga agar tetap rendah karena subsidi negara yang besar,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kepada sesama anggota parlemen Uni Eropa,
(Imantoko Kurniadi)