Kisah Danau Toba yang Dirayakan oleh Google Doodle, dari Legenda dan Sains

Saliki Dwi Saputra , Jurnalis
Kamis 31 Agustus 2023 09:34 WIB
Danau Toba (Foto: Istimewa)
Share :

GOOGLE merayakan ditetapkannya Danau Toba sebagai Global Geopark UNESCO. Penetapan tersebut berlangsung pada 31 Agustus 2020 lalu. Danau Toba sendiri menyimpan banyak cerita yang menarik untuk diulas.

Danau yang berada Sumatera Utara tersebut memiliki cerita legenda yang begitu lekat dengan masyarakat sekitar. Secara turun menurun kisah terbentuknya Danau Toba tidak lepas dari kisah Toba dan ikan Emas.

Cerita dimulai saat seorang pemuda yatim piatu bernama Toba yang memancing ikan di sungai Toba. Dia pun mendapatkan ikan mas berukuran besar. Tapi karena sisik ikan ini terlihat berkilauan dan cantik, Toba memutuskan untuk membawanya pulang dan memeliharanya. Ternyata kekaguman Toba terhadap sisik ikan berwarna emas ini tidak berhenti sampai di sana. Setelah ditangkap ikan emas itu menjelma menjadi sosok perempuan berparas cantik.

Toba lantas jatuh cinta melihat kecantikan dari sang putri. Bahkan dia memutuskan untuk menikahinya meski sang putri memberikan persyaratan, yaitu Toba harus berjanji merahasiakan asal usulnya pada siapa pun. Tahun berganti dan keduanya menjalin hubungan rumah tangga yang harmonis. Toba juga tidak membocorkan mengenai identitas istrinya.

Namun pada suatu hari anak mereka, Samosir, diminta ibunya untuk mengantarkan makanan pada Toba di ladang. Sayangnya di tengah perjalanan Samosir merasa lapar dan memakan bekal yang seharusnya untuk Toba.

Selepas memakannya, Samosir melanjutkan perjalanan dan menyampaikan pada ayahnya bekal yang sudah kosong tersebut. Murka karena tindakan Samosir, Toba spontan marah besar dan berteriak bahwa Samosir adalah anak ikan.

Sontak langit menjadi gelap dan menurunkan hujan sangat deras berhari-hari. Berkat hujan inilah muncul sebuah danau besar yang kini kita kenal dengan Danau Toba, dan pulau di tengah danau tersebut bernama Pulau Samosir.

Danau Vulkanik

Dalam ilmu sains, Danau Toba merupakan Danau Vulkanik. Hal itu disinggung dalam buku The Geology of Indonesia (1939) karya geolog asala Belanda, Van Bemmelen. Menurutnya, awalnya gunung api purba ini melakukan aktivitas vulkanik dan terjadi erupsi sangat dahsyat.

Gabungan antara proses vulkanik dan tektonik pada letusan gunung api purba inilah yang menyebabkan amblesnya bagian tengah gunung, sehingga membentuk cekungan memanjang ke arah barat laut hingga tenggara.

Letusan itu juga menyebabkan terjungkitnya sebagian tanah dengan posisi miring ke arah barat daya yang membentuk Pulau Samosir. Pasca letusan dahsyat itu, Kaldera Toba tertutup bebatuan beku yang kemudian cair dan membentuk danau.

Lebih lanjut, berdasarkan penelitian Gunung Api Purba Toba dahulunya merupakan gunung api supervolcano, yang dapat memuntahkan magma minimal 300 km3 saat meletus 74 ribu tahun lalu.

Saat letusan berlangsung setidaknya Gunung Api Purba Toba telah memuntahkan tidak kurang dari 2.800 km3 material vulkanik. Parahnya akibat letusan dahsyat tersebut populasi manusia di bumi menyusut hingga 60% dan diikuti terganggunya mata rantai makanan.

Bahkan letusan gunung api purba ini disebut-sebut sempat membuat spesies Homo Sapiens nyaris punah. Migrasi manusia modern juga terhenti, karena letusan membuat Homo Sapiens terisolasi di suatu tempat di Afrika.

Penetapan Danau Toba sebagai Global Geopark UNESCO terjadi dalam sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris. Para Dewan Eksekutif menetapkan 16 UNESCO Global Geopark baru, termasuk Kaldera Toba.

Dengan cerita legenda dan sisi sains yang ada, maka tidak heran jika Danau Toba memiliki banyak daya tarik untuk siapa saja. Di sisi lain danau yang terluas di Indonesia itu juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan bagi wisatawan dalam dan luar negeri.

(Saliki Dwi Saputra )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya